Car Free Night Akan Jadi Agenda Rutin

SINDO, Jurnalis
Kamis 03 Januari 2013 00:57 WIB
Suasana CFN pada malam Tahun Baru (Foto: Heru/Okezone)
Share :

JAKARTA– Car Free Night/CFN (malam bebas kendaraan bermotor) yang digelar pada malam pergantian tahun kemarin, diwacanakan menjadi agenda rutin di Jakarta. Namun begitu, sebelumnya akan dilakukan evaluasi pada pelaksanaan pertama ini.

Konsep CFN sama dengan car free day. ”Oh iya, jika memang bagus dan sukses, kenapa tidak dilanjutkan,” kata Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) di Bundaran Hotel Indonesia, baru-baru ini.

Selain itu, menurut Jokowi, masukan dari masyarakat terkait pelaksanaan CFN yang di dalamnya diselipkan Jakarta Night Festival, juga dibutuhkan untuk kemajuan acara tersebut di masa yang akan datang. ”Ya, terserah masyarakat. Jika memang menghendaki rutin, ya rutin. Kalau tidak mau, ya tidak. Kalaupun memang ingin rutin nanti akan dievaluasi, diperbaiki. Ini kan yang pertama,” tuturnya.

Terlebih, lanjut Jokowi, pada pelaksanaan kali ini persiapannya pun terbilang sangat terbatas, sehingga pasti masih banyak kekurangan di sana-sini dalam hal perlengkapan dan setting acara. ”Dari segi pengunjung, kita akui baik. Tapi ada beberapa yang harus diperbaiki seperti manajemen panggung, lighting. Ini hanya dipersiapkan selama tiga minggu, jadi jika ada yang belum baik akan diperbaiki,” tukasnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Udar Pristono mengatakan, konsep dasar CFN sebenarnya untuk memudahkan dan memberikan kesempatan kepada warga untuk bisa menikmati malam Tahun Baru tanpa harus diganggu bisingnya kendaraan bermotor. ”Bisa juga untuk mengurangi polusi udara dan memberikan kenyamanan bagi para pengguna jalan,” tuturnya.

Ditambahkan Pristono, CFN juga dilakukan sebagai upaya mengurangi jumlah kecelakaan yang kerap terjadi pada malam Tahun Baru. ”Selain itu, juga mengurangi kemacetan akibat konvoi kendaraan,” tambahnya.

Pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti Yayat Supriyatna mengatakan, rencana untuk pelaksanaan CFN secara rutin harus melewati proses evaluasi terlebih dahulu, terutama masalah yang ditimbulkan setelah kegiatan tersebut berlangsung.

”Kita harus evaluasi dulu, car free night ini kan diselenggarakan pada malam hari, sehingga pengawasan juga kurang dibandingkan dengan pelaksanaan car free day,” terang Yayat.

Beberapa efek buruk pascapelaksanaan CFN, antara lain sampah yang berserakan di mana-mana serta rusaknya fasilitas-fasilitas umum, seperti taman dan juga sarana umum akibat diinjak-injak para pengunjung.

”Harus lebih tertib, terorganisasi lagi, jalannya pun kalau bisa jangan saling bertabrakan sehingga mengurangi kemungkinan aksi kejahatan,” paparnya.

Lebih lanjut, Yayat menambahkan, harus ada sosialisasi kepada masyarakat jika ingin CFN dilakukan lebih rutin lagi. Sosialisasi tersebut meliputi bagaimana menjaga kebersihan lingkungan serta menjaga keamanan dan kenyamanan kepada para pengunjung.

”Lebih baik lagi jika ke depan car free night ini diisi dengan pameran kebudayaan dan juga hasil kerajinan ekonomi kreatif para pengusaha kecil di Indonesia, khususnya Jakarta, sehingga masyarakat tidak mudah bosan,” imbuhnya.

Mengenai waktu pelaksanaan CFN, Yayat menyarankan dicarikan momen yang tepat agar pelaksanaannya tidak mengganggu aktivitas warga. ”Bisa dilakukan pada perayaan hari besar nasional seperti 17 Agustus ataupun Hari Ulang Tahun Jakarta,” sarannya.

Diketahui, CFN digelar di Jalan MH Thamrin-Sudirman saat malam pergantian tahun. Pada Senin (31/12), mulai pukul 20.00 hingga Selasa (1/1) pukul 02.00 WIB, jalan protokol di Ibu Kota tersebut bebas kendaraan bermotor.

Masyarakat pengunjung mal atau hotel di sepanjang jalan tersebut diminta untuk datang sebelum pukul 20.00 WIB. Seluruh kendaraan tidak diperkenankan lewat, termasuk pejabat pemerintah. Seandainya lewat lokasi tersebut, mereka tidak boleh menggunakan kendaraan bermotor. Kebijakan tersebut berlaku bagi semua pihak tanpa terkecuali.

Untuk mendukung suksesnya acara tersebut, di sepanjang jalan itu didirikan 16 panggung yang menyajikan berbagai hiburan. Pemprov DKI Jakarta juga menyediakan empat lokasi parkir bagi para warga. Keempat lokasi yakni Lapangan IRTI Monas, tempat parkir Gelora Bung Karno,Lapangan Banteng,dan Masjid Istiqlal.

(Fitri Yulianti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya