Bercinta Lebih Hot dengan Feeling, Mitos!

Restika Ayu Prasasty, Jurnalis
Jum'at 14 Desember 2012 00:03 WIB
Pasangan bercinta (Foto: Mid Day)
Share :

KETIDAKTAHUAN pasangan seputar informasi seksual kerap menggiring mereka ke arah yang menyesatkan. Agar Anda tidak terjerumus dalam hal tersebut, ketahui beberapa mitos seputar seks berikut ini.

Pengetahuan soal seks perlu dimiliki masing-masing pasangan agar kehidupan seksual berjalan lancar. Salah satu cara yang bisa dilakukan ialah mengetahui hal-hal apa saja yang dianggap fakta dan hanya sekadar mitos belaka. Berikut beberapa mitos yang perlu Anda tahu, seperti dilansir Top Sante.

Bercinta, lebih baik dengan feeling

Jawaban: tidak ada

Delapan dari 10 wanita mengaku bahwa perasaan (adanya perasaan atau ketertarikan pada pasangan seksual) sangat penting ketika bercinta, sedangkan hanya satu dari 10 pria yang setuju. Kini, 50% wanita dan 59% pria berpikir bahwa perasaan penting ketika bercinta. "Pokoknya, jelas bahwa kita lebih suka berhubungan seks dengan orang atau siapa pun yang kita cintai. Tapi terkadang kita tidak tahu mengapa kita memiliki keinginan lebih untuk bercinta dengan orang lain, meskipun kita tidak mencintainya,” ujar Leleu.

Menopause adalah akhir kehidupan seksual

Jawaban: sangat salah

Sebaliknya, kadang-kadang menopause adalah awal dari kehidupan seksual. "Ovarium sedang beristirahat, hormon wanita menghilang. Tiba-tiba, testosteron mengambil alih. Dan ingat, testosteron adalah hormon gairah/hasrat," jelas Gérard Leleu, ahli seks dari Pranisc. Menopause adalah masa di mana segala sesuatu dapat dimulai. Beberapa wanita bahkan bisa orgasme pada usia 80 tahun. Wanita yang sudah menopause punya lebih banyak waktu, karena anak-anaknya pasti sudah dewasa dan mandiri.

Pria yang menonton porno adalah cabul

Jawaban: ya dan tidak

"Pria memiliki hasrat seks yang cenderung lebih banyak dari wanita, jadi kita dapat memahami jika pria menonton film porno" memenuhi Gérard Leleu. "Namun, jika dipenuhi oleh istrinya, tidak ada alasan pria melakukan hal seperti itu," tambah seksolog tersebut. Seorang pria yang menonton film porno dari waktu ke waktu memang biasa, tapi jika berlebihan maka benar-benar dapat menyerupai penyimpangan perilaku seks. (ind)

(Tuty Ocktaviany)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya