KEBOLEHAN desainer lokal mencipta karya tak bisa dipandang sebelah mata. Saat bersanding karya dengan desainer luar, kreasi desainer lokal pun tak kalah menarik.
Hal itu terlihat dalam opening show Jakarta Fashion Week (JFW) 2013 yang digelar di Plasa Senayan, Sabtu, 3 November 2012.
Dua desainer bertalenta yakni Sebastian Gunawan asal Indonesia dan Lie Sang Bong asak Korea Selatan unjuk gigi.
Seba yang membawakan busana dengan tema bebatuan terlihat apik memainkan motif batu-batu dalam potongan busana wanita. Tak kalah kreatif, Lie Sang Bong yang mengambil tema kupu-kupu tersebut menerjemahkan kupu-kupu dalam berbagai item. Desainer yang mengawali karier sejak 1993 itu membuat kupu-kupu cantik dalam motif dress hingga payung.
Melihat kreativitas dua desainer andal tersebut, para tamu pun dibuat terpukau.
Dina Midiani misalnya. Direktur Indonesia Fashion Week ini mengungkapkan bahwa desain lokal memang tidak kalah dengan desainer luar.
"Potensi kita besar sekali. Lie Sang Bong itu kekuatannya memiliki teknik yang prima dan kita harus lihat itu. Seba pun tak kalah apik juga malam ini,"ujarnya saat ditemui Okezone usai malam pembukaan JFW.
Lebih lanjut Dina berujar bahwa hal terpenting yakni bagaimana kita belajar dari perancang internasional, terutama bagaimana mengolah tematiknya. Ada variasi walau kesatuan tema.
Poppy Dharsono pun memiliki pendapat sama. "Seba bagus sekali. Representasi dari seni yang tinggi sehingga terlihat sophisticated tapi wearable. Soal bersaing dengan desainer luar secara kreativitas kita sangat bisa bersaing namun secara pemasaran itu yang perlu dipelajari,"tuturnya.
Pengamat mode, Musa Widyatmodjo pun mengutarakan hal senada melihat kreasi dari dua desainer ternama tersebut.
"Seba ya dengan sesuatu yang bagus dan membanggakan Indonesia serta dengan karakter dia. Cuma malam ini tekniknya saja yang istimewa. Kalau Lie Sang Bong kita sebagai desainer lokal belajar saja bagaimana jadi desainer glonal. Jadi bagaimana menerjemahkan kupu-kupu dengan berbagai konsep, teknik,dan karakter. Dari pakaian jalanan sampai pakaian malam, dari pakaian sederhana sampai pakaian glamor, dari pakaian hingga jas hujan dan payung," tutupnya.
(Tuty Ocktaviany)