BUSANA pengantin memang faktor terpenting dalam sebuah pesta pernikahan. Tak heran, untuk urusan ini biasanya mempelai wanita yang paling heboh mempersiapkannya.
Sama halnya bagi artis Edies Adelia. Untuk pernikahannya nanti, Edies mempercayakan busana pengantinnya pada desainer asal Surabaya, Djoko Sasongko. Lantas seperti apakah sebenarnya garis rancangan dari salah satu anggota Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) ini?
Dituturkan oleh Ketua Umum Pusat APPMI Taruna K Kusmayadi, busana karya Djoko Sasongko memang memiliki kekhasan sendiri. Hal ini terlihat dari garis rancangan yang lebih rumit dalam setiap desainnya.
“Djoko Sasongko itu punya garis desain yang lebih
intricate, banyak warna dan motif, lebih
loud-lah,” tuturnya saat berbincang secara eksklusif dengan
Okezone melalui sambungan telefon, Jumat (12/10/2012).
Namun jika disamakan dengan desainer lain yang sama-sama fokus untuk kebaya, Taruna tidak setuju akan hal itu. Menurutnya, setiap desainer memiliki ciri khas masing-masing yang menonjol di setiap karyanya.
“Sama desainer lain itu beda, misalnya Marga Alam itu lebih klasik, Ferry Sunarto lebih feminin, lebih lembut, sementara Anne Avantie itu lebih monokromatik,
baroque rococo-nya lebih kelihatan.
Nah, sedangkan Djoko Susanto, kebayanya lebih menonjolkan sisi kedaerahan, Jawa Timurnya ini menonjol dari warna-warna yang kontras,” tutupnya.
(Tuty Ocktaviany)