DI tengah keberadaan tata rias pengantin modern, nyatanya rias tradisional tetap mendapatkan tempat di masyarakat. Salah satu buktinya, riasan pengantin Sunda yang masih lestari dan tak sepi peminat.
Kemajuan di berbagai bidang boleh saja menjadi bagian dari modernisasi. Meski demikian, hal tersebut tak melunturkan akar kebanggaan terhadap pelestarian budaya, salah satunya keberadaan tata rias pengantin adat Sunda.
Menariknya, walau zaman terus berkembang, namun tak mengubah ciri khas riasan pengantin Sunda. Secara beriringan, rias pengantin Sunda modern dan tradisional tetap berjalan bersama. Perbedaannya, untuk tata rias pengantin budaya Sunda modern dan tradisional terlihat dari pemakaian bunga pada riasan wajah.
“Untuk budaya Sunda sendiri tata riasnya jarang diubah menjadi modern, karena budaya Sunda sangat kental dengan riasan tradisionalnya,” tutur Reita Giadi, spesialis penata rias pengantin saat berbincang dengan Okezone usai acara Beauty Festival di Hotel Premier Santika, Jakarta, Selasa, 17 Juli 2012.
Lebih lanjut, Reita memaparkan bahwa perbedaan riasan tradisional dan modern pada adat Sunda lebih kepada penambahan aksesori semata. Pada riasan modern, biasanya mereka tidak memakai bunga panjangnya yang disebut mangle.
Sementara untuk bagian riasan sendiri tidak terlihat perbedaan yang signifikan. Untuk riasan tradisional warna kulit terlihat lebih kuning langsat, sedangkan eye shadow harus hijau karena memang sudah pakemnya dari dulu. Sedangkan di riasan modern adat Sunda, hal tersebut bergantung pada si penata rias yang bersangkutan.
“Riasan modern di adat Sunda lebih tergantung pada si make-up artist yang akan mengaplikasikan warna apa saja bisa dilakukan,” tambahnya.
Selain itu, keunikan lain dari tata rias pengantin adat Sunda, yakni adanya sirih di bagian dahi sebagai tanda penolak bala dan ada kembang turi pada bagian cambang di mana pada riasan modern tidak mengenakan item tersebut. (ind)
(Tuty Ocktaviany)