Mitos-Mitos Seputar Libido Perlu Anda Tahu (II)

Restika Ayu Prasasty, Jurnalis
Jum'at 13 Juli 2012 18:18 WIB
Saatnya bercinta (Foto: Corbis)
Share :

ADA banyak persepsi beredar seputar libido yang menyesatkan. Sebelum Anda terjebak dalam persepsi abu-abu tersebut, ketahui kebenarannya lewat ulasan ini.
 
Libido atau dorongan seksual menjadi kunci untuk menciptakan agenda bercinta dengan maksimal. Libido yang tinggi secara mudah dapat mendorong hubungan seksual berjalan lancar, namun ketika libido rendah maka kehidupan seksual pun akan terganggu. Untuk lebih jelas dalam mengenal ulasan seputar libido, Top Sante membocorkannya untuk Anda.
 
Stres menurunkan libido
 
Benar. Stres menghasilkan adrenalin, hormon anti-libido. Jika Anda stres ketika pulang kerja, peluklah pasangan Anda sampai Anda menjadi tenang, tidak stres lagi, dan tubuh jadi rileks total. Dengan menjalankan kebiasaan ini, gairah seksual Anda bisa meningkat lagi.
 
Setelah melahirkan, libido menurun
 
Benar. Setelah melahirkan, wanita memproduksi prolaktin, suatu hormon anti-gairah. Itu sebabnya seks setelah kehamilan kadang-kadang menjadi masalah. Baby blues, kelelahan, bayi mengambil alih hidup Anda ialah alasan yang menekan libido. Kita harus mengembalikan keadaan sebelum melahirkan secara perlahan-lahan. Pelukan menghasilkan oksitosin, hormon keterikatan. Berkat hormon ini, gairah kembali secara perlahan.
 
Puncak libido ketika manusia berumur 18 tahun
 
Salah. Puncak libido pada manusia ialah ketika berumur sampai 22 tahun. Jika Anda merasa kurangnya libido pada diri Anda, jangan khawatir. Libido dapat naik-turun selama manusia hidup. Beberapa orangtua memiliki libido yang kuat dan banyak wanita memiliki kehidupan seks yang memuaskan setelah menopause. (ind)

(Tuty Ocktaviany)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya