PESTA resepsi pernikahan Nassar dan Muzdalifah telah digelar di Balai Samudera, Kelapa Gading, Jakarta, Rabu malam, 27 Juni 2012. Tidak hanya kesan mewah yang ditampilkan, tapi juga ada keunikan yang dihadirkan sepanjang prosesi tersebut.
Menurut Rina gunawan sebagai wedding organizer pesta pernikahan tersebut, ini merupakan kali pertama menangani pesta yang unik itu. Dalam pesta yang berhasil meraih rekor MURI itu dihadirkan dua konsep yang berbeda.
“Semuanya itu terkonsep dari pendukung acara dan semuanya memang exiting banget. Kita memang men-dress code-kan apa pun. Yang biasanya WO tidak men-setting-kan apa pun, di sini kita pun mencari,” tutur Rina saat dijumpai Okezone seusai acara.
Dia menuturkan bahwa konsep pertama, yakni karnaval yang diadakan di pelataran parkir Gedung Balai Samudera di mana terdapat 140 orang pendukung acara yang tampil di acara tersebut. Saat prosesi karnaval tersebut, Nassar dan Muzdalifah juga diarak menggunakan kereta kencana. Sedangkan prosesi berikutnya diadakan di dalam gedung. Di sini dihadirkan konsep layaknya cerita Aladdin.
“Para waitress-nya juga pakai pakaian yang sesuai tema. Mereka juga pada jahit, semuanya dari pendukung acara, mc, semuanya pakai dress code,” imbuhnya.
Keunikan lain yang dihadirkan ialah para pendukung acara. Rina mengatakan, dalam pesta ini juga terdapat para mannequin yang berdiri di lobi gedung dengan menggunakan pakaian ala Timur Tengah untuk menyambut para tamu yang datang. Tak hanya itu, suasana di dalam juga dihadirkan seperti pasar di 1001 malam, lengkap dengan penjaja kurma yang menawarkan pada para pengunjung.
Bahkan karena keunikannya itu, para tamu yang datang betah berlama-lama berada di dalam untuk menikmati semua suguhan dan hiburan dari para artis yang tampil. (ina)
(Tuty Ocktaviany)