MEMUTUSKAN berjilbab bukan tanpa halangan bagi Risty Tagor. Wanita yang memilih untuk menikah muda tersebut pun sempat menghadapi kegerahan saat masa-masa awal dirinya memutuskan berjilbab.
Transisi dari busana terbuka ke busana tertutup secara utuh bukan perkara mudah untuk dilalui. Risty Tagor pun mengalaminya ketika memutuskan berjilbab kurang lebih 1,5 bulan yang lalu.
Dituturkannya, proses berjilbab yang masih dipelajarinya tersebut memang tidak menyulitkan. Namun di masa awal penggunaan jilbab, dirinya sempat direpotkan dengan cuaca panas Jakarta yang membuatnya kegerahan.
“Kalau kesulitan, alhamdulillah tidak ada. Aku justru merasa banyak positifnya dibanding enggak enaknya dengan belajar berjilbab,” tuturnya saat ditemui Okezone di Hotel Mulia, Jakarta, baru-baru ini.
Lebih lanjut, istri dari Rifky Balweel ini menuturkan bahwa sisi positif itu justru menjadi nilai tersendiri baginya. Hanya saja, permasalahan yang dirasakannya ketika mengenakan jilbab yakni panasnya udara Jakarta yang membuat dirinya gerah tak terkira.
“Awalnya saja sih memberatkan, soalnya Jakarta lagi panas banget. Rasanya keringetan dan lebih gerah. Tapi, sesudahnya so far malah lebih baik. Secara lingkungan pun alhamdulillah lebih baik. Kalau kemana-mana jadi dipandang positif karena busananya lebih sopan,” tutupnya.
(Tuty Ocktaviany)