SAAT pemuasan seksual secara nyata tak terpenuhi, pria sering melarikannya pada hal-hal berbau pornografi. Padahal, mengonsumsinya secara berlebihan membuat gairah seksual mereka membenam.
Kesempurnaan yang tersaji dalam
film pornografi sering mendorong pria berpikir secara berlebihan. Akibatnya, fantasi itulah yang melambungkannya pada hal-hal yang tidak realistis dan cenderung menyiksa diri. Tak salah jika dampak negatif lebih banyak didapatkan dari tontonan ini.
Aarp memberikan ulasannya untuk Anda berikut ini.
Terobsesi melihat wanita pamer keseksian
Bintang film porno wanita memang sering kali bugil di mana saja. Tapi realitanya, hanya dua persen saja wanita yang berperilaku demikian. Jadi, kemungkinannya 98 dari 100 wanita tidak termasuk di dalamnya.
Wanita tidak peduli soal dirinya
Dalam film pornografi, wanita selalu memerhatikan soal pencegahan kehamilan, penyakit menular seksual, dan sebagainya. Dalam kehidupan nyata, banyak orang tidak memertimbangkan hal tersebut sama sekali.
Pornografi menyoal aksi hardcore
Tentu saja, alat genital menjadi elemen penting dalam kesuksesan seksual. Namun, pikirkanlah bahwa seks yang hebat tidak menyoal bagaimana aksi
hardcore dilaksanakan. Seks yang hebat ialah setidaknya Anda menghabiskan setengah waktu di tempat tidur bersama pasangan. Sementara itu, di sisi lain pornografi kerap mengabaikan sensualitas tubuh. Itulah alasannya gaya seks pornografi tidak memuaskan dan membuat banyak wanita membencinya.
(Tuty Ocktaviany)