WILAYAH Banten memiliki pesona yang dapat dilihat pada destinasi wisata pantainya. Jangan salah, Banten juga menyimpan kekayaan budaya yang patut diselami.
Saat liburan sekolah, saatnya anak-anak menikmati masa bersenang-senang. Selama bermain, mereka juga bisa belajar. Nah, Banten menawarkan banyak tempat belajar budaya, seperti diulas buku Informasi Pariwisata Nusantara dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia:
Wayang Garing
Wayang kulit tanpa iringan gamelan dan pesinden dinamakan wayang garing. Wayang garing adalah salah satu kesenian wayang yang lahir di Kabupaten Serang, Banten, yang hingga kini sering muncul di pelosok pedesaan.
Dalam hal ini, peran pangrawit dan pesinden dirangkap oleh sang dalang. Oleh karena itu, di samping menyampaikan cerita wayang, narasi maupun dialog tokoh wayang, dalang juga harus mengiringi sendiri dengan gamelan yang dibunyikan lewat mulutnya. Begitu pun tembang yang biasanya dilantunkan pesinden, didendangkan oleh sang dalang. Biasa dibayangkan betapa sibuk mulut sang dalang.
Pementasan wayang garing untuk sebuah lakon wayang rata-rata sekira empat jam, selama itu pula sang dalang harus mengoceh tiada henti. Kecuali, gamelan dan pesinden, seluruh perlengkapan untuk menggelar wayang garing relatif sama dengan pertunjukan wayang kulit dari daerah Jawa.
Rampak Bedug
Rampak bedug adalah kesenian tradisional masyarakat Pandeglang dan sekitarnya. Perangkat peralatan yang digunakan, meliputi bedug besar sebagai bass. Sementara, melodi hanya berasal dari lantunan shalawat yang dilakukan saat menabuh.
Tari Cokek
Tarian khas Tangerang ini merupakan perpaduaan budaya etnik China. Tarian ini akan diiringi orkes gambang kromong ala Betawi dengan penari mengenakan kebaya yang disebut cokek. Tarian cokek mirip sintren dari Cirebon atau sejenis ronggeng di Jawa Tengah.
Tarian ini kerap identik dengan keerotisan penari yang dianggap tabu oleh sebagai masyarakat. Alasannya, pria dan wanita menari berpasangan dalam posisi berdempet-dempetan. Cokek sendiri merupakan tradisi lokal masyarakat betawi dan China Benteng, yaitu kelompok etnis China yang nyaris dipinggirkan dan banyak bermukim di China.
(Fitri Yulianti)