"INGAT batik, ingat Thamrin City", itulah tagline pusat perbelanjaan yang terletak di jantung kota Jakarta ini. Thamrin City mengklaim dirinya sebagai pusat batik terbesar di Jakarta, bahkan mungkin suatu hari nanti di Asia Tenggara.
Thamrin City memiliki zona Pusat Batik Nusantara, yang merupakan bentuk kepedulian terhadap perkembangan Usaha Kecil Menengah (UKM). "Semua pedagang-pedagang batik yang ada di Thamrin City adalah pengrajin batik asli yang datang dari daerah. Karena itu, kualitas dan keaslian batik yang ada di sini sangat terjamin," tutur Lucy Ratna, PR & Promotion Manager Thamrin City kepada okezone, Rabu (7/3/2012).
Pusat Batik Nusantara Thamrin City diwakili pengrajin batik dari Pekalongan, Yogyakarta, Bantul, Solo, Cirebon, Lasem, Pati, Sampang, Tasikmalaya, Purbalingga, dan akan segera bertambah dari Bangkalan, Sumenep, Pamekasan, Sidoarjo, Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Magetan, Pacitan, Ciamis, Garut. "Ada sekitar 5.000 kios dan lapak batik di Thamrin City ini," tambahnya.
Karena jumlah kios dan lapak yang banyak itulah, Thamrin City menjadi pilihan bagi warga Jakarta untuk berbelanja batik. Apalagi, harganya pun terjangkau, mulai termurah Rp10 ribu sampai sekira Rp250 ribu.
"Target pasar kita memang kelas-menengah karena itu di Thamrin City, Anda akan mendapatkan batik-batik dengan harga terjangkau. Namun, kualitas yang baik dan pilihan yang juga sangat beragam," imbuhnya.
Selain batik, ada pula kios-kios, lapak tenun, dan pusat busana muslim. Khusus pusat busana Muslim, setiap Senin, Kamis, dan Sabtu, Thamrin City mengadakan Pasar Tasik. Pasar Tasik merupakan pasar grosir besar-besaran yang dibuka sejak pukul 04.00 WIB di hari-hari tersebut, yang selalu padat dipenuhi pembeli, tidak hanya dari Jakarta, juga daerah-daerah lain.
"Mereka biasanya memborong besar-besaran, hingga berkarung-karung," tukas Lucy.
Thamrin City merupakan pilihan tepat penduduk Jakarta, terutama bagi yang ingin berbelanja batik. Keberadaannya juga strategis, hanya berjarak 100 meter dari Bundaran HI dan terletak di daerah bebas 3 in 1, terutama jika ditempuh dari Jalan KH. Mas Mansyur dan Casablanca. Selain bebas banjir, Thamrin City juga mudah diakses dengan berbagai moda transportasi, seperti busway, kereta api, dan lain-lainnya.
(Fitri Yulianti)