SELESAI sudah tanggung jawab perias adat Palembang, Jujuk Burhanan, pada prosesi pernikahan Edhie Baskoro Yudhoyono dan Siti Ruby Aliya Rajasa. Padahal sebelumnya, ia merasakan beban berat yang harus ditunaikan.
Momen kebahagiaan pasangan yang akrab disapa Ibas-Aliya tersebut turut dirasakan segenap kalangan masyarakat, termasuk bagi Jujuk. Perias 62 tahun yang ditunjuk langsung oleh ibunda Aliya, Okke Hatta Rajasa untuk memimpin upacara adat Palembang saat akad nikah ini tak kalah bahagia.
Bahagia karena satu lagi dua insan manusia diantarkannya menuju bahtera rumah tangga. Bahagia juga karena diberi kepercayaan penuh dari petinggi RI. Permintaan pertama ini membuatnya sangat tersanjung. Di balik itu, Jujuk juga merasakan beban yang besar.
“Kepercayaan ini menjadi suatu sejarah bagi kehidupan saya. Saya merasa tersanjung, bangga juga beban, terutama untuk saya yang sudah cukup usia, ‘Aku sanggup enggak ya berdiri lama dalam kondisi kaki yang osteoporosis?’. Meski sudah 15 tahun menekuni bidang ini, tetap ada beban. Saya takut tidak bisa memberikan yang terbaik,” tutur Jujuk yang ditemui okezone secara eksklusif di kediamannya di Jalan Jasa Marga No. 2, Kelurahan Dukuh, Kramat Jati, Jakarta Timur, belum lama ini.
Menghadapi kepercayaan langka ini, Jujuk mengaku tidak melakukan persiapan khusus. Bila perias Jawa, misalnya, melakukan puasa mutih (berpantang makan dan minum apa saja kecuali nasi putih dan air putih), tidak demikian dengan Jujuk.
“Hanya berdoa kepada Allah. Yang jelas, Mbak Aliya orangnya cantik, didandani tentu akan lebih cantik. Kalau doa, sudah pasti saya ingin sukses. Yang saya kerjakan lancar, tidak mengecewakan kepada yang meminta,” ujar perias yang sempat merias pada pernikahan artis Dessy Ratnasari, Devi Permatasari, dan Dian Sastrowardoyo ini.
Beban yang dirasakan Jujuk mungkin sedikit berkurang dengan dukungan keluarga mempelai. Pasalnya, Menko Perekonomian Hatta Rajasa dengan keluarga besarnya melakukan koordinasi yang rapi perihal kepanitiaan pernikahan.
“Saya enggak selalu berkomunikasi dengan Ibu Okke, ada asisten, sepertinya dia sudah berkoordinasi dengan keluarga. Setiap keluarga sudah tahu tugasnya, saya sendiri enggak merasa sibuk, benar-benar santai mengurus pesta ini. Beliau benar-benar memberikan kepercayaan penuh pada orang yang dia tunjuk,” tegas pemilik bisnis tata rias dan dekorasi Dessy Wedding ini.
Secara keseluruhan, Jujuk mengapresiasi sangat positif keinginan keluarga Hatta Rajasa untuk menikahkan anaknya dengan adat Palembang. Juga, kebesaran hati Aliya menerima pilihan tersebut.
“Sebagai orang Palembang, saya bangga walaupun anaknya sudah sekolah di luar negeri. Kalau Bu Okke mau, tapi Mbak Aliya enggak mau, ya enggak jadi juga. Tapi baik Ibu, Bapak, dan keluarga besar Aliya masih menjaga, menghormati, dan melestarikan budaya leluhur. Orang-orang seperti Beliau yang kita harapkan bisa menjadi contoh dan teladan. Kalau tidak pernah dipakai, lama-lama budaya kita bisa hilang,” tutup pengurus Lembaga Seni Budaya Sumatera Selatan tingkat DKI Jakarta ini.
(Fitri Yulianti)