TEKA-TEKI desainer busana pengantin Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) dan Siti Ruby Aliya Rajasa (Aliya) pada malam resepsi akhirnya terjawab. Dari pandangan mata perias Tienuk Riefki, desainer Biyan hadir di antara kesibukan sebelum resepsi.
Pada malam resepsi, Aliya yang dipersunting oleh Ibas tampak anggun dan memesona dalam balutan kebaya berbuntut panjang penuh aplikasi payet. Kebaya berwarna merah darah tersebut begitu melekat di tubuh Aliya.
Selama sekian pekan, nama Biyan kerap dilekatkan dengan busana pengantin Ibas-Aliya. Beberapa kali dikonfirmasi, pihak Biyan Wanaatmadja selalu mengelak dikatakan mengerjakan busana pengantin Ibas-Aliya untuk malam resepsi. Sang desainer tidak menjawab secara tegas perihal kebenaran tersebut, tim kreatifnya juga seperti mengunci mulut.
Jawabannya terkuak dari pengakuan Tienuk Rifki, perias Ibas-Aliya saat malam resepsi.
"Iya, Biyan. Sebab sewaktu saya merias Aliya, asisten Biyan yang memasangkan kebaya di tubuh Aliya. Biyan juga hadir di situ," katanya usai acara di Hall A Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Sabtu (26/11/2011) malam.
Tak mengagetkan bila Biyan benar-benar sang desainer busana pengantin Ibas-Aliya yang selama ini dinanti pengakuannya. Dilansir dari situs Tokoh Indonesia, desainer asal Surabaya ini dikenal dengan karyanya yang indah mengacu pada warisan desain budaya Indonesia dengan potongan modern dan siluet yang elegan dan rumit.
Empat lini besarnya, yakni label utama Biyan Wanaatmadja, label sekunder Studio 133, label yang lebih massal (X), S, M, L, dan Biyan Bride sudah dikenal pencinta dunia fesyen Tanah Air, dan mancanegara. Aliya sendiri merupakan salah seorang pelanggan setia karya-karya Biyan.
(Fitri Yulianti)