Tari Saman Masuk Daftar Warisan Budaya Dunia

Rohmat, Jurnalis
Kamis 24 November 2011 13:34 WIB
Tari Saman (virtualaceh.com)
Share :

NUSA DUA -Lewat perjuangan panjang akhirnya Tari Saman asal Provinsi Aceh ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya tak benda yang memerlukan perlindungan mendesak.

Penetapan Tari Saman dihasilkan lewat ketok palu Sidang ke-6 Komite Antar-Pemerintah untuk Pelindungan Warisan Budaya Takbenda UNESCO di Nusa Dua, Bali, Kamis (24/11/2011).

Dalam sidang tahunan yang dihadiri lebih dari 500 anggota dari 69 negera itu, seni budaya Saman dari Gayo Lues dan sekitarnya di Provinsi Aceh, resmi masuk Daftar Warisan Budaya Takbenda yang Memerlukan Pelindungan Mendesak UNESCO.

Berkas nominasi Tari Saman telah disusun secara teliti dan diajukan kepada UNESCO pada Maret 2010 oleh Menko Kesra Agung laksono dengan dukungan penuh Pemerintah Pusat, pemerintah Provinsi Aceh, Bupati Gayo Lues, H. Ibnu Hasim serta pemeritah Kabupaten Gayo Lues, dan masyarakat.

Setelah berkas diperiksa Sekretariat UNESCO kemudian oleh NGOs dan pakar internasional, diajukan dalam sidang di Bali pagi ini, Alhamdulillah, dinyatakan memenuhi persyaratan dan dengan ketok palu pukul 09.47 WITA.

Tari Saman dinyatakan masuk dalam Daftar Warisan Budaya Takbenda yang Memerlukan Pelindungan Mendesak UNESCO.

"Kita bersyukur atas dimasukannya Tari Saman dalam daftar warisan budaya takbenda yang memrlukan perlindungan mendesak UNESCO," ujar Menko Kesra H. Agung Laksono dalam rilis yang diterima okezone hari ini.
 
Agung menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berjuang untuk meneliti di lapangan, kemudian menyusun berkas, serta mendukung dan memperjuangkan nominasi Tari Saman ini sampai disidangkan di Bali.

Menko Kesra  mengingatkan, upaya pelestarian Saman tidak berakhir dengan penerimaan piagam yang ditandatangani Direktur Jenderal UNESCO saja.

Tak kalah pentingnya, lanjuta dia, ini merupakan awal pelaksanaan rencana tindakan untuk melindungi dan mengembangkan warisan budaya Saman oleh semua pemangku kepentingan.

Sidang ke-6 Unesco yang dihadiri kalangan LSM internasional, pakar budaya dan media telah berlangsung di Bali International Convention Centre (BICC) mulai 22-29 November 2011.

Indonesia dipercaya oleh 137 Negara Konvensi 2003 UNESCO untuk Pelindungan Warisan Budaya Takbenda untuk menjadi tuan rumah dan memimpin Sidang yang bergengsi ini.

Sidang UNESCO dibuka 22 November 2011 malam oleh Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, H. Agung Laksono, didampingi Direktur Jenderal UNESCO, Madame Irina Bokova. Juga hadir Menteri Pendidikan dan Kebudayaan  Mohammad Nuh, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, Perwakilan Pemerintah Provinsi Bali, dan Wakil Direktur-Jenderal Bidang Kebudayaan UNESCO, Franceso Bandarin.

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya