RANGKAIAN prosesi adat dipersiapkan bagi Ubai-Reni. Pernikahan putri bungsu Sri Sultan Hamengkubuwono X ini ternyata mengundang wisatawan dan media asing untuk datang.
“Banyak media asing yang datang ke DIY khusus untuk meliput prosesi pernikahan putri bungsu Sultan Hamengkubuwono X, Gusti Kanjeng Ratu Bendoro (Reni) dengan Kanjeng Pangeran Haryo Yudhanegara (Ubai),” kata Tabzir selaku Kepala Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) saat dihubungi okezone, Selasa (18/10/2011).
Prosesi yang paling banyak menyedot minat wisatawan dan media asing adalah iring-iringan kereta kuda atau kirab yang dinaiki Ubai-Reni maupun kerabat Keraton Yogyakarta. Rute kirab dari Keraton Yogyakarta menuju kompleks Kepatihan (Kantor Gubernur DIY), dimulai pukul 15.30 WIB.
Tabzir menambahkan, secara spesifik, wisman yang datang berasal dari Eropa Barat dan Asia. Turis-turis ini bahkan mendominasi kunjungan ke Yogyakarta.
“Wisatawan Asia mendominasi kunjungan ke Yogyakarta untuk menyaksikan prosesi pernikahan putri bungsu Sultan Hamengkubuwono X,” tuturnya.
Tazbir berharap, momen pernikahan putri Keraton Yogyakarta ini dapat mengundang minat kunjungan wisatawan ke Yogyakarta sekaligus sebagai pintu gerbang budaya nasional.
“Tentunya, kita berharap yang baik-baik saja. Harapan kita supaya kunjungan wisata meningkat, apalagi yang berkunjung wisatawan luar negeri. Dengan begitu, ada nilai jual yang tinggi untuk Kota Yogyakarta,” jelasnya.
Selama momen “royal wedding”, Tazbir dan pihaknya memang tidak menargetkan secara khusus jumlah pengunjung ke Yogyakarta. Namun, momen pernikahan diharapkan menjadi daya pikat tersendiri bagi pengunjung selain objek wisata Yogyakarta yang selama ini diminati.
“Kalau bisa naik 10 persen atau lebih, tentunya bukan hanya dinas pariwisata saja yang bangga, namun semua lapisan masyarakat. Roda perekonomian sedikit banyak juga berjalan lancar seiring banyaknya pengunjung ke Yogyakarta, khususnya yang bergerak dalam kepariwisataan,” tutupnya.
(Rani Hardjanti)