Pasaraya Pamerkan Puluhan Batik Lawas

Dwi Indah Nurcahyani, Jurnalis
Selasa 27 September 2011 18:33 WIB
Pameran batik (Foto: Indah/Okezone)
Share :

SEBAGAI bentuk apresiasi terhadap warisan budaya Indonesia, Pasaraya menggelar perhelatan “Tribute to Batik”. Menariknya, puluhan batik lawas koleksi para tokoh ternama hingga selebriti bisa dinikmati secara eksklusif oleh masyarakat luas.

Area lantai D'designers di Gedung B Pasaraya Blok M itu dipenuhi puluhan batik lawas yang berasal dari berbagai daerah. Aneka batik berusia puluhan tahun hingga kain batik lawas nan bersejarah tersaji di tempat tersebut. Pemiliknya, orang-orang besar yang memang mencintai batik serta mengoleksi batik sejak bertahun-tahun lamanya.

Dodot-Ukel Lar, misalnya. Kain batik lawas ini berasal dari Keraton Surakarta. Batik antik koleksi Setiawan Djody ini dibuat era 1800-1900-an pada zaman pemerintahan Paku Buwono X. Kain batik dodot motif Ukel Lar ini dahulu digunakan para puteri raja yang belum menikah dalam upacara Pisowan Agung, yaitu acara sungkem kepada sultan pada hari-hari besar seperti gerebek Maulud dan Syawal.

Pilihan menarik lainnya, yakni koleksi Soekarno Putri yang memamerkan koleksi Babon Angrem dari Solo. Kain batik tersebut digunakan saat upacara tingkepan atau mitoni, yaitu selamatan tujuh bulan kehamilan Sukmawati Soekarno Putri saat mengandung putranya GRM Paundra Sukmaputra pada 1975.

Selain batik lawas milik tokoh ternama, ada pula kain batik koleksi selebriti muda seperti Dian Sastro, Andien, Nadya Mulya, Rini Sutiyoso, Wulan Guritno, Happy Salma, dan beberapa artis lainnya.

Keberadan puluhan batik koleksi tersebut ditawarkan dalam rangka meramaikan perhelatan “Pasaraya Tribute to Batik”.

“Yang membuat unik dari pameran ini sifatnya menawarkan nilai histrois dari batik, di mana salah satunya ada kain batik lawas koleksi Etty Djody di era 1800-an hingga koleksi para artis muda yang tak asing lagi,” kata Medina Latief Harjani selaku President Director Pasaraya dalam sesi konferensi pers “Pasaraya Tribute to Batik” di La Mangiare Cafe, Pasaraya, Jakarta, Selasa (27/9/2011).

Dilanjutkannya, dengan menggandeng tokoh masyarakat hingga para selebriti, hal tersebut menjadi sarana efektif untuk menjaring anak muda sekaligus masyarakat umum untuk lebih tertarik dengan batik.

“Hal ini diharapkan dapat membuka mata masyarakat agar tidak hanya menggunakan tas Hermes atau jam tangan Rolex, tapi juga menggunakan batik,” ujarnya.

Di luar koleksi batik lawas tersebut, yang menarik yakni keberadaan mobil Mercedes Benz miliki gitaris Padi, Piyu yang bodi mobilnya dipenuhi goresan motif hasta karya desainer Carmanita. Tertarik? Selain dapat menikmati keindahan batik nan eksklusif dan sangat kuno, Anda pun dapat menikmati berbagai hiburan seperti demo pembuatan batik hingga pergelaran busana batik yang dipamerkan murid-murid Sekolah Darurat Kartini, serta sejumlah penampilan seni tari tradisional dan gamelan Jawa.

(Tuty Ocktaviany)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya