Bali, NTB, dan NTT Bakal Jadi Gerbang Pariwisata

Pasha Ernowo, Jurnalis
Kamis 15 September 2011 15:28 WIB
Bandara Ngurah Rai, pintu masuk pariwisata di kawasan Timur (foto: baliairport.com)
Share :

KEINDAHAN Alam indonesia mengundang banyak wisatawan untuk datang berkunjung khususnya wilayah indonesia timur. Akan tetapi pembangunan di wilayah itu masih tertinggal dari wilayah Indonesia Barat.

Untuk itu pemerintah melalui proyek Master Plan Percepatan dan Perluasan Ekonomi Indonesia (MP3EI) akan mengembangkan potensi pariwisata di kawasan Indonesia timur.

Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang masuk dalam koridor 5 akan dijadikan gerbang pariwisata dan pendukung pangan nasional.

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar), Jero Wacik, mengungkapkan,  MP3EI koridor 5 mencakup tiga daerah. Ada 27 orang termasuk Gubernur Bali, NTB, NTT, profesional, termasuk direktorat jenderal dari beberapa kementerian akan dilibatkan dalam rencana ini.

“Kita sudah mulai mengumpulkan proyek-proyek pembangunan yang akan dilakukan di tiga provinsi tersebut agar tugasnya dipercepat semua,” tegas Jero Wacik Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, seusai rapat koordinasi MP3EI koridor 5 di Jakarta, Rabu, (14/9/2011).

Dia menjelaskan, tugas Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar) adalah melakukan pengawasan dan mapping tugas, serta percepatan penyelesaian program ini dengan berkoordinasi dengan kementerian lain.

"Kami optimistis program MP3EI yang dimulai dari 2011–2025 dapat tercapai. Karena itu pada fase awal 2011–2014, harus sudah mulai terlihat capaian-capaian untuk menyongsong target pada 2025," terangnya.

Dia menambahkan, percepatan tersebut akan diawali dengan peresmian Bandara Internasional Lombok pada Oktober 2011 dan pembangunan resor di Lombok Selatan, Mandalika.

Sementara itu, di Lombok juga akan dibuat proyek sejuta sapi untuk percepatan pangan nasional dan industri garam di NTT. Selanjutnya juga direncanakan pengembangan industri rumput laut di wilayah Bali Utara yang banyak tertinggal.

“Jadi, semua yang ketinggalan kita akan dorong untuk dilakukan percepatan pembangunan,”tandasnya.

Selain itu, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, wilayah Mandalika juga akan dijadikan special ekonomic zone berbasis pariwisata. Rencananya, jelas Hatta, akan diinvestasikan dana sebesar Rp2 triliun untuk pengembangan Mandalika. Dengan demikian, ujarnya, Indonesia diharapkan memiliki ikon baru di Lombok dari kawasan resor Mandalika yang akan dikembangkan menjadi mice atau pusat-pusat pertemuan internasional baru.

Lebih lanjut Hatta mengatakan, di NTB juga akan dikembangkan kawasan garam, kawasan perikanan, dan lumbung pangan dalam arti daging sapi. Untuk perluasan kapasitas bandara, jelasnya, perusahaan penerbangan Garuda sudah menambah belasan destinasi ke kawasan Indonesia timur.

(Syukri Rahmatullah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya