PESONA alam di kawasan Timur Indonesia memang sangat menarik untuk dipromosikan ke luar negeri. Akan tetapi, kecantikan alam tersebut sudah dicapai karena akses menuju ke sana masih terbatas.
Untuk itu, pemerintah akan berupaya untuk menggenjot pembangunan ekonomi di lima koridor yang meliputi wilayah Bali dan Nusa Tenggara. Salah satunya yang akan digenjot adalah pembangnan bandara internasional di Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Hal tersebut diungkapkan Menteri Perekonomian Hatta Rajasa, kepada wartawan usia rakor mengenai program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) di Jakarta, Rabu, (14/9/2011).
"Kita harus mempercepat pembangunan di sana. Tanggal 1 Oktober nanti, bandara di sana harus sudah rampung," terangnya.
Hatta menembahkan, dalam MP3EI, Bali dan Nusa Tenggara akan dijadikan sebagai gerbang pariwisata dan pendukung pangan nasional.
"Dengan sudah adanya bandara internasional, pariwisata tidak hanya akan terpusat di Bali, tapi juga Nusa Tenggara. Sebab, di sana, panorama alamannya tidak kalah," paparnya.
"Kita akan memiliki icon baru di Lombok. Di kawasan resort Mandalika akan dikembangkan menjadi MICE (Meeting Incentive Converence Exhibition) atau pusat-pusat pertemuan internasional baru," katanya.
Pada sektor pangan, kata Hatta, Nusa Tenggara Timur akan dikembangkan menjadi kawasan garam, kawasan perikanan, lumbung pangan, dan pusat peternakan sapi
(Syukri Rahmatullah)