Penelitian Indonesia Tak Kalah dengan Negara Maju

Dwi Indah Nurcahyani, Jurnalis
Minggu 11 September 2011 16:29 WIB
Penelitian Indonesia tak kalah dengan negara maju. (Foto: Getty Images)
Share :

AJANG Junior Scientist Award (JSA) besutan PT Kalbe Farma diharapkan tak hanya mengenalkan dunia sains kepada anak-anak, namun juga menelurkan bibit peneliti cilik yang bisa menjadi peneliti masa depan.

Dunia sains yang pada umumnya dianggap anak-anak sebagai momok menakutkan coba ditepis PT Kalbe Farma dengan menghelat Junior Scientist Award dan Junior Science Fair.

Ajang yang diramu secara edukatif tersebut dihadirkan guna membuat ketertarikan generasi penerus terhadap sains, sehingga mereka bisa menjadi tenaga andal yang mengharumkan bangsa. Harapan itu pula yang coba digaungkan PT Kalbe Farma.

"Dalam jangka panjang, kami mengharapkan event ini dapat membuat pandangan bahwa sains atau Iptek menjadi sesuatu hal yang lebih umum dan masyarakat pun tak asing dengan Iptek," kata Irawati Setiady, Presiden Direktur PT Kalbe Farma yang ditemui okezone seusai konferensi pers di Summit Room, JCC, Jakarta, Minggu (11/9/2011).

Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan modal utama bagi suatu bangsa untuk maju.

"Sebagai bangsa, Iptek kita harus bagus seperti halnya negara Jerman, China dan lainnya di mana para insinyur dan dokternya banyak. Sementara di negara kita realitanya jauh tertinggal," jelas Irawati.

Dengan keberadaan ajang positif yang dibesut Kalbe tersebut, Irawati berharap dapat menunjukkan bahwa Indonesia tidak kalah dengan negara lain.

"Sebenarnya kita tidak kalah dengan mereka secara hasil penelitian, hanya saja mungkin kesempatannya yang kurang. Pasalnya, di negara maju, jadi peneliti tidak dikhawatirkan dengan tuntutan penghasilan karena kemapanan yang ditawarkan negaranya sehingga banyak yang menekuninya. Harapannya, di Indonesia pun akan demikian," tutupnya.

(Chaerunnisa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya