KEHADIRAN perancang muda yang turut menyemarakkan dunia desain busana muslim seakan menjadi oase tersendiri. Menyejukkan sekaligus menyegarkan lewat kreativitas rancangan yang disuguhkan.
Desain busana muslim kini terlihat makin segar dengan kehadiran perancang muda. Kreativitas mereka yang masih meletup-letup justru membuahkan karya yang tak biasa. Hasilnya, busana muslim pun kian digandrungi karena peminat orang yang berhijab kian meninggi.
Sebut saja Dian Pelangi yang dikenal dengan rancangannya yang “fresh” dan kekinian. Anak muda yang semula tak percaya diri mengenakan hijab pun berlomba-lomba bertransisi fesyen mengenakan busana muslimah. Dengan pilihan yang makin variatif dan modis, para muslimah pun semakin nyaman berbusana menutup aurat.
Ya, perkembangan desain busana muslim memang cukup pesat. "Dulu waktu saya pertama mendesain memang belum sevariatif sekarang. Tapi sejalan dengan pergantian waktu, rancangan muslim makin kreatif seiring dengan kehadiran perancang-perancang muda," kata Merry Pramono pada
okezone yang menemuinya di acara “Beauty in Ramadhan” di Pasaraya Blok M, Jakarta pada Rabu (10/8).
Lihat saja, saat ini tren berbusana muslim ala Timur Tengah sedang “booming” dan menjangkiti selera fesyen semua kalangan baik remaja hingga ibu-ibu. Dengan peluang yang ada, tak sedikit dari perancang muda yang turut ambil bagian dalam menyemarakkan tren tersebut lewat rancangan mereka .
Dan, Merry yang melihat kondisi tersebut pun kemudian tergelitik untuk mengeluarkan
second line yang digawangi anaknya sendiri yakni Siriz, Senaz, dan Sansa. Jadilah ketiga trio yang disingkat namanya menjadi si.se.sa tersebut sebagai merek label barunya.
"Market saya kebetulan ‘high end fesyen’ yang diidentikkan orang dengan harga mahal. Sementara itu, di luar sana banyak ibu-ibu yang inging mengenakan busana dengan harga miring namun ada sentuhan saya. Maka keluarlah label yang baru diluncurkan ini," aku Merry.
Dituturkannya, meskipun baru
launching, respons muslimah begitu antusias. "Peminatnya luar biasa, sampai-sampai kami kekurangan stok," katanya yang membanderol line busana si.se.sa antara Rp60 ribu-Rp300 ribu tersebut.
Merry mencermati, ternyata banyak juga ibu-ibu yang selalu ingin terlihat lebih muda. "Seperti yang saya kenakan sekarang ini (busana
cover up berwarna kuning desain si.se.sa). Ini kan sebenarnya untuk anak muda, tapi ternyata tadi saya melihat banyak ibu-ibu yang mengenakan juga karya si.se.sa. Tandanya ini market yang sangat potensial karena bukan hanya diminati anak muda semata, tapi juga orangtua," tutupnya.
(Tuty Ocktaviany)