Menipu, Iklan Lancome Julia Roberts Ditarik

Fitri Yulianti, Jurnalis
Kamis 28 Juli 2011 13:54 WIB
(Foto: nydailynews)
Share :

IKLAN Lancome dan Maybelline yang dibintangi Julia Roberts dan Christy Turlington dilarang beredar di Inggris. Iklan dianggap menipu lantaran keduanya disulap terlalu cantik.

Sebuah kelompok pengawas periklanan (Advertising Standards Authority) di Inggris melarang dua iklan L'Oreal yang dibintangi aktris dan model Hollywood, Julia Roberts dan Christy Turlington. Mereka mengklaim, iklan tersebut terlalu banyak melakukan sentuhan secara digital terhadap wajah kedua bintang yang tampak sangat cantik, ini menyesatkan konsumen. Demikian seperti dilansir NY Daily News, Kamis (28/7/2011).

Kelompok ini menuntut perusahaan untuk menarik iklan dua halaman yang memajang Julia Roberts sebagai model Lancome, salah satu merek make up dari L'Oreal. Mereka mengatakan, “kulit mulus sang aktris terlalu bagus untuk menjadi kenyataan”.

Iklan yang digarap oleh fotografer Mario Testino ini menunjukkan wajah Julia yang bersinar dan segar, bukti keampuhan alas bedak Teint Miracle Lancome. Iklan mengklaim bahwa alas bedak tersebut "mengembalikan aura kulit yang sempurna".

L'Oreal mengaku menggunakan "teknik pascaproduksi " untuk membuat iklan, tetapi menambahkan bahwa alas bedak tersebut adalah hasil dari penelitian selama 10 tahun, menurut jurnal The Independent.

Advertising Standards Authority juga mengkritisi iklan alas bedak The Eraser dari Maybelline yang dibintangi Christy Turlington. Iklan tersebut menampilkan wajah kontras sang model, antara yang sudah diberi alas bedak dengan yang belum tersentuh make up. Tagline iklan bedak berbunyi, "menyembunyikan secara cepat, terlihat, tepat”.

Pihak L'Oreal mengatakan, meskipun iklan telah tersentuh teknologi digital untuk "mencerahkan kulit, membersihkan riasan, mengurangi bayangan gelap, dan shading di sekitar mata, garis halus di bibir, dan menggelapkan alis”, iklan masih secara akurat mencerminkan apa yang menjadi dijanjikan.

Protes dibawa Advertising Standards Authority ke anggota parlemen, Swinson Jo, yang mengatakan bahwa iklan memberikan tekanan pada wanita dan gadis-gadis muda untuk mencoba terlihat seperti selebriti. Swinson mengatakan kepada BBC bahwa dirinya senang dengan keputusan otoritas yang menarik iklan tersebut.

"Putusan ini menunjukkan bahwa regulator iklan mengakui kebohongan â€<â€retouching yang berlebihan. Gambar kulit mulus dan tubuh sangat ramping tubuh ada di sekitar kita, tetapi mereka tidak mencerminkan realitas," tambahnya.

Ini bukan pertama kalinya L'Oreal dikritik Advertising Standards Authority atas retouching iklan yang berlebihan. Perusahaan tersebut pernah dipaksa untuk menarik sebuah gambar iklan Olay untuk produk antipenuaan pada 2009.

(Fitri Yulianti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya