KEBUTUHAN masyarakat Indonesia yang ingin selalu tampil menarik membuat optismistis para pelaku usaha di bidang alas kaki. Bagaimana pendapat Ok Kim selaku CEO PT GF Indonesia-Eagle?
“Bisnis sepatu dalam dekade ini masih menjanjikan. Karenanya, saya sangat optimistis untuk membuat Eagle menempati posisi terdepan,” kata Ok Kim yang ditemui okezone di kantor PT GF Indonesia, Jakarta Barat, belum lama ini.
Pria kelahiran Korea ini mengamati bisnis sepatu di Indonesia sangat berkembang pesat, karena didukung dengan tenaga kerja yang banyak dibandingkan China dan Vietnam.
“Jumlah pembeli sepatu di Indonesia sangat banyak. Itu sebabnya saya dan tim tertantang menciptakan desain sepatu yang dibutuhkan masyarakat,” katanya, semangat.
Menurutnya, pembeli loyal Eagle usia 30-40 tahun. Namun, sekarang mulai membidik market usia remaja yang cukup potensial untuk mengoleksi produk sepatu Eagle.
Agar sukses membidik market remaja, Ok Kim dan tim Eagle tidak kenal lelah melakukan serangkaian strategi untuk memproduksi sepatu yang sesuai selera anak muda.
“Target tahun ini, kami menciptakan desain-desain sepatu untuk anak muda. Desainnya harus menarik, nyaman, tahan lama, dan harga kompetitif,” janjinya.
Untuk menciptakan sepatu yang sesuai selera masyarakat, menurut Ok Kim, tim Eagle membutuhkan 6 bulan untuk melakukan persiapan, mulai dari survei market hingga proses produksi sepatu.
“Kami harus survei market, termasuk melihat desain merek sepatu internasional seperti apa, terjun ke toko-toko, ketemu konsumen di Jakarta, Surabaya, Medan, dan kota-kota besar lainnya di Indonesia. Kuncinya, kami harus membuat perencanaan secara matang karena buat apa kalau sepatu yang diproduksi tidak bisa diterima masyarakat,” ulasnya.
Apakah dalam menciptakan sepatu juga merujuk pada tren mode dunia? “Kami akan ‘survive’ bila berhasil terlebih dahulu menciptakan produk sepatu yang merupakan hasil karya tim sendiri. Itulah komitmen kami selama ini agar Eagle tetap menjadi yang terdepan,” tutupnya.
(Tuty Ocktaviany)