Pemandian Permaisuri & Putri Raja di Keraton Sumenep

Pasha Ernowo, Jurnalis
Selasa 07 Juni 2011 16:05 WIB
(foto: deniezmaduranisme.blogspot.com)
Share :

BERKUNJUNG ke Madura sempatkan untuk berkunjung ke Keraton Sumenep. Keraton di Jawa Timur ini dikenal dengan  sebutan “Potre Koneng” (Putri Kuning).

Keraton Sumenep pernah hidup seorang permaisuri keraton, Ratu Ayu Tirto Negoro, yang memiliki kulit kuning bersih yang berasal dari negeri Cina. Untuk menghormati sang permaisuri, atap Keraton Sumenep diberi warna kuning cerah.

Bangunan ini didirikan pada paruh kedua abad ke-18 atas prakarsa Raja Sumenep, yaitu Penembahan Sumolo atau  Tumenggung Arya Nata Kusuma. Keraton ini diarsiteki oleh seorang China bernama  Liaw Piau Ngo. Melalui tangan Liaw Piau Ngo inilah lahir sebuah bangunan  keraton yang unik, yang memadukan gaya arsitektur Eropa, China, dan Jawa.

Dengan mengunjungi keraton ini, wisatawan dapat  melihat langsung hasil akuturasi budaya Jawa, Eropa, dan Cina yang membentuk  bangunan Keraton Sumenep. Pada bangunan Keraton Sumenep, pengunjung dapat melihat nuansa keraton Jawa dengan pilar-pilar dan lekuk ornamennya yang bergaya  Eropa serta rangkaian atap yang menyerupai kelenteng Cina.

Secara umum komposisi bangunan pada Keraton  Sumenep tidak berbeda dengan keraton-keraton di Jawa, misalnya sama-sama  memiliki pendopo yang cukup luas untuk menerima tamu, ruang peristirahatan  raja, serta lokasi pemandian untuk permaisuri dan putri-putri raja.

Sebelum memasuki keraton, pengunjung akan  disambut gapura dengan nama “Labang Mesem”. Dalam bahasa Indonesia  “labang” berarti pintu, dan “mesem” adalah senyum. Gapura ini melambangkan keramahan keraton terhadap para tamu yang berkunjung. Di sisi kanan keraton,  terdapat “Kantor Koneng”, yaitu ruang kerja raja Sumenep, yang sekarang  difungsikan sebagai museum. Ruangan ini berisi koleksi peralatan rumah tangga  keraton. Di luar keraton, wisatawan juga dapat mengunjungi Masjid Jamik Sumenep  yang usianya tak jauh berbeda dengan usia Keraton Sumenep.

Keraton Sumenep terletak di pusat kota (dekat alun-alun) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Untuk menuju kota Kabupaten Sumenep wisatawan  harus menyeberangi pantai utara Jawa melewati Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya  menuju Pelabuhan Kamal, Kabupaten Bangkalan, Madura dengan memanfaatkan jasa  kapal feri.

Lama perjalanan setengah jam dengan biaya sekitar Rp 2.000. Pelabuhan ini terletak di ujung barat pulau Madura,  sedangkan letak Keraton Sumenep berada di ujung timur pulau yang berjarak  90 km dari Pelabuhan Kamal. Atau anda dapat juga naik jembatan Suramadu dari Surabaya langsung menuju Madura. Perjalanan dari Pelabuhan Kamal ke kota Sumenep dapat  ditempuh dengan bus maupun minibus dengan lama perjalanan sekitar 3 jam.

Wisatawan yang berkunjung ke Keraton Sumenep dapat memperoleh keterangan tambahan mengenai sejarah dan perkembangan keraton dari  pengelola keraton yang bertindak sebagai guide.

(Syukri Rahmatullah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya