6 Fashion Stylist Sukses Lejitkan Alleira

Fitri Yulianti, Jurnalis
Kamis 24 Februari 2011 11:55 WIB
(Foto: dok. Alleira)
Share :

ALLEIRA memiliki cita-cita mengenalkan batik hingga ke pasar internasional. Kunci kesuksesan tentu terletak pada para desainer di balik karya memukau setiap rancangan Alleira.

Besar sejak berdiri pada 2005, sejauh ini Alleira sudah mempunyai enam fashion stylist khusus untuk pembeli potensial di Indonesia. Alleira menuntut standar kualitas tertentu pada para “chef”-nya.

“Mendesain batik sebenarnya mudah, asalkan mengerti pakem-pakemnya dan mendesain mengikuti bahan yang dipakai. Katakanlah bahan A, sewaktu modelnya diacak, dia sudah tahu akan diapakan bahan itu,” jelas Zakaria Hamzah, Operational Director Alleira pada kesempatan wawancara eksklusif dengan okezone di butik Alleira Gandaria City, Jakarta, baru-baru ini.

Lantas, dari mana saja fashion stylist yang dipercaya Alleira untuk merancang batik apiknya?

“Semua lulusan fashion designer bisa, yang penting ada bakat dan kemauan untuk belajar,” tukasnya.

Semua fashion stylist Alleira merupakan lulusan sekolah mode ternama, di antaranya La Salle College Internasional, Esmod, dan Susan Budihardjo. Disebutkan Zaka, Alleira mengusung keberagaman dalam koleksinya hingga perlu menggali banyak ide dari beberapa sekolah mode.

“Masing-masing sekolah desain punya kekuatan. Susan Budihardjo kuat di siluet yang membuat orang terlihat ramping, Esmod punya garis desain yang tegas, La Salle perpaduan antara gaya Amerika dan Eropa. Itu yang dicari Alleira, keberagaman,” papar Zaka.

Bekal yang diterima para fashion stylist di sekolah mode almamater mereka jelas sudah cukup. Namun untuk memperkaya wawasan soal tren dunia, Alleira senantiasa mengajak mereka untuk belajar dan berkomunikasi dengan “dunia luar”.

“Ada yang memang kita sekolahkan untuk meng-up grade diri dan membuka wawasan soal tren di luar negeri. Mereka memang bisa lihat dari web atau majalah luar, tapi kita juga butuh koneksi dengan dunia luar, ada komunitas tertentu. Sama seperti asosiasi perancang saat diskusi tren ke depan,” imbuhnya.

Komunikasi dengan internal desainer, khususnya desainer batik, juga tak kalah penting. Karena selain fashion stylist, Alleira sendiri memiliki tiga desainer batik.

“Di perjalanan kita juga ada komunikasi antara desainer baju dan desainer batik. Tidak masing-masing ngotot kemauannya sendiri, enggak klop nanti,” katanya.

Ke depan, Alleira berencana menambah fashion stylist demi menjawab keinginan pasar.

“Kita memang berencana mencari 2-3 fashion stylist lagi karena ada beberapa kontrak yang harus ada desainer khusus, butuh penanganan khusus,” tutupnya.

(Fitri Yulianti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya