KALAU malam resepsi pasangan selebriti Fairoza A Rafiq dan Galih Ginanjar mengusung konsep internasional, di hari akad keduanya memakai konsep tradisional. Busana dirancang oleh desainer Yohannes dan Harry' Palmer.
Yohannes, pemilik Yohannes Bridal, membocorkan rahasia soal busana pengantin Fai-Galih untuk acara akad nikah.
"Warnanya putih, kerah tinggi, panjangnya selutut, ada aplikasi
belt. Sebenarnya, Fairuz belum mau
ngebocorin baju pengantinnya
sih," tuturnya kepada
okezone ditemui di
stand-nya pada Grand Wedding Expo di JCC, Jakarta, Jumat (18/2/2011) malam.
Fai-Galih mengawinkan adat Arab, India, dan Jawa pada akad nikah yang digelar 5 Maret 2011. Bahkan, adat Arab mulai kental terasa sejak malam sebelum akad nikah. Orang Arab biasa menyebutnya malam pacar.
"Di malam pacar, saya
dipakaiin henna. Saya pakai baju India sambil duduk di bawah
gitu, ada musik juga. Galih enggak boleh datang, keluarganya saja," kata Fai usai memeragakan busana pengantin Yohannes Bridal pada kesempatan yang sama.
Sementara, adat India diterapkan pada busana pengantin Galih.
"Dia pakai baju India dan sorban kembang manggar khas Arab. Aku pakai kebaya. Kita tukar adat," imbuh wanita berusia 23 tahun ini.
Ditanya soal anggaran untuk busana pengantin, ujar putri pedangdut A Rafiq ini menjawab, "Janganlah, enggak enak. Enggak etis. Pokoknya sederhana aja."
Fai-Galih akan menikah pada 5 Maret 2011 di Jakarta dan menggelar resepsi pada 12 Maret 2011 di Bali.
(Tuty Ocktaviany)