NIAT Miss Universe Organization memilih Indonesia sebagai tempat pemilihan Miss Universe disambut baik Yayasan Puteri Indonesia. Agar terealisasi, YPI minta dukungan dari pemerintah.
“Kami memang memikirkan, tetapi sebagai swasta memang tidak mungkin dapat menjalankannya sendiri tanpa keikutsertaan pemerintah dan masyarakat tentunya. Kalaupun kami sudah setuju, penyelenggaraan Miss Universe baru terealisasi 2 sampai 3 tahun kemudian,” kata CEO Mustika Ratu Putri Kuswisnuwardhani membuka pembicaraan dengan okezone di Aula Sasono Wiwoho, Jalan KH Mangunsarkoro Menteng, Jakarta Pusat, baru-baru ini.
Putri menambahkan, pihak panitia akan mensurvei dulu apakah Indonesia benar-benar bisa menjadi lokasi penyelenggaraan Miss Universe.
“Tentu saja mereka membutuhkan jaminan keamanan dan melihat persiapan lainnya. Kalau itu terealisasi, ratusan orang asing akan datang ke sini, yaitu peserta Miss Universe, kru Miss Universe Organization, dan keluarga peserta,” sebutnya.
Pencinta olahraga ini memastikan kalau penyelenggaraan Miss Universe terealisasi, tentu akan membawa dampak positif bagi pariwisata Indonesia.
“Itu merupakan langkah promosi yang hebat karena lebih dari 100 media televisi akan menyiarkan acara Miss Universe,” katanya.
Apakah rencana Indonesia jadi tuan rumah Miss Universe sudah disampaikan kepada Menteri Pariwisata Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik?
“Sudah. Pak Jero Wacik bilang oke. Namun untuk detailnya harus ada pembicaraan lebih dalam lagi karena acara ini sangat besar dan melibatkan banyak orang. Harus membuat tabulasi dana, kesulitan lapangan seperti apa, jaminan keamanan, dan lain-lain,” tutupnya Putri.
(Tuty Ocktaviany)