JIKA berniat menghiasi lengan Anda dengan tato bertuliskan nama pasangan, sebaiknya Anda berpikir ulang. Apalagi hanya karena alasan untuk memberikan kado unik di hari Valentine.
Tato yang terukir indah di tulang rusuk Megan Fox, mungkin bisa membuat Anda berfikir ingin memilikinya di tubuh Anda. Atau Anda merasa sangat seksi jika memiliki tato seperti milik Nicole Richi yang menghiasi pergelangan kaki, begitupun dengan meniru tato David Beckham yang menghiasi dadanya. Namun, mentato tubuh Anda secara permanen dengan nama pasangan, bukan jaminan segalanya akan berakhir bahagia dalam sebuah mahligai perkawinan.
Buktinya, banyak selebritis Hollywood yang menghapus tato di tubuhnya ketika sudah tak bersama pasangannya lagi. Sebut saja penyayi pop Peter Andre yang menghapus nama mantan istrinya, Katie Price setelah 4 tahun berumah tangga. Ataupun Pamela Anderson yang mengubah nama Tommy, menjadi Mommy. Tidak ketinggalan, Johnny Depp juga mengubah tato bertuliskan Winona Forever menjadi Wino Forever.
Tato sendiri identik dengan para pelaut ataupun narapidana. Namun seiring berjalannya tren, kini tato sudah dianggap aksesori tambahan untuk kulit. Kendati demikian, bukan berarti Anda bisa tanpa beban mentato tubuh. Sebab, fakta yang didapatkan dari UMR Reseach Pty Ltd mengungkap bahwa pria merasa wanita yang bertato tidak menarik.
”Meskipun tato semakin populer di kalangan wanita, namun sebanyak 56 persen pria mengatakan bahwa tato pada tubuh wanita tidaklah menarik,” tulis The Sydney Morning Herald, Rabu (10/2/2010).
Penulis ”Never Trust a Man in Alligator Loafers”, Dobba Sozio juga memaparkan, banyak wanita yang merasakan bahwa tato adalah sebuah permainan cat, sama halnya yang dipikirkan pria.
“Terutama pada tato pada pergelangan tangan yang sudah menjadi tren. Ini sudah sangat klise,” papar Sozio.
Lantas, untuk mendapatkan penjelasan lebih mendalam seputar tato. Sozio menemui Kat Von D, artis yang memiliki tato yang juga pembawa acara reality show populer LA Ink di studio di Hollywood. Meskipun dikenal di seluruh dunia sebagai ”simbol seks”, nyatanya setiap inci tubuh Kat Von D tertutup tato. Ia mengakui, banyak tato yang dibuat teman-temannya yang tidak berpengalaman dalam dunia tato.
”Tubuh saya banyak dihiasi model tato hasil karya teman-teman. Tapi saya tidak mempermasalahkan hasilnya, tinggal bagaimana saya membawakan diri sebagai seorang wanita,” kata Kat.
Sementara itu, Sozio memiliki pendapat lain seputar tato permanen. Menurutnya, bila ingin menarik perhatian lawan jenis lewat sebuah tato permanen sangat tidak tepat. Menurutnya, tato temporer yang menggunakan henna lebih aman.
“Lupakan tato permanen, dan gunakanlah henna. Anda bisa mendapatkan nama pasangan Anda ditulis dengan henna. Ini akan menjadi hadiah yang benar-benar hebat!,” tutup Sozio.
(Tuty Ocktaviany)