Swedish Massage, Relaksasi Plus Terapi

Koran SI, Jurnalis
Minggu 12 Juli 2009 10:06 WIB
Foto: Ist
Share :

LELAH dan stres selepas bekerja seharian lazim dialami kaum pekerja. Untuk meredakannya, jangan buru-buru menenggak obat. Cobalah cara alami dengan pijat ala Swedia.

Hidup di zaman modern, apalagi di kota besar seperti Jakarta, siapa sih yang tak pernah dilanda stres? Bekerja keras membanting tulang untuk mencari nafkah, apa pun lapangan kerja yang digeluti, seolah tak pernah lepas dari kelelahan dan stres. Padahal, dampak stres bisa meluas pada perilaku gelisah, kurang tidur, bad mood, dan melemahkan sistem kekebalan tubuh secara keseluruhan.

Manakala hal tersebut terjadi, orang acap mengambil jalan pintas dengan minum obat-obatan. Perlu diketahui bahwa setiap obat pasti memiliki efek samping, sekecil apa pun. Maka itu, mengapa harus buru-buru menenggak obat kimia jika sakit ringan yang Anda alami bisa hilang dengan cara-cara sederhana seperti tidur atau pijat. Pijat (massage) sejatinya bukan barang baru. Teknik ini bahkan disinyalir sebagai terapi terkuno untuk mengatasi beragam penyakit. Hal ini terbukti dengan ditemukannya relief di atas sebuah kuburan zaman Mesir Kuno yang memperlihatkan seseorang sedang dipijat.

Saat ini teknik pijat ada beragam jenisnya. Hampir setiap negara memiliki karakteristik dan keunikan tersendiri mengenai metode yang satu ini. Nah, bicara pijat sebagai salah satu bentuk terapi, pijat Swedia (Swedish massage) merupakan pilihan tepat. Jenis pijat yang dikembangkan pada 1700-an oleh seorang dokter asal Swedia, Per Henrik Ling, ini terbilang populer di kalangan negara Barat, bahkan dikenal sebagai salah satu pijat terbaik.

Swedish massage mengacu pada beragam teknik yang didesain khusus untuk merelaksasikan otot melalui pijatan atau tekanan pada otot dan tulang, serta gosokan mulai ujung kaki yang membantu mengalirkan darah kembali ke jantung. Adapun tujuan utama dari pijat ini adalah memperlancar aliran oksigen di dalam darah dan melepaskan racun yang tidak baik dari dalam otot.

Pijat ala Swedia banyak diminati karena memiliki beberapa keunggulan dan manfaat, yakni mempercepat pemulihan ketegangan otot, meningkatkan sirkulasi tanpa memberatkan jantung, meregangkan otot ligamen dan tendon, sekaligus menenangkan pada saat yang bersamaan. Manfaat lainnya adalah menstimulasi kulit dan jaringan saraf.

"Saat memulai, pijatan tidak boleh langsung kencang karena bisa kram. Untuk selanjutnya, barulah terapis akan menawarkan kekuatan pijatnya mau yang bertekanan rendah, sedang, atau kuat," ujar Dian, salah seorang staf operasional Klub and Spa Borobudur yang berlokasi di Hotel Borobudur Jakarta.

Pijat Swedia dan Pijat 3 in 1

Jakarta sebagai pusat pemerintahan dan perekonomian banyak didominasi kaum pekerja, yang tentunya rentan mengalami kepenatan. Itulah sebabnya, teknik pijat yang dapat merelaksasikan otot dan meredakan stres banyak diminati.

Menurut Dian, Klub and Spa Borobudur sudah menawarkan Swedish massage sejak 1998. Pijat yang dilakukan merupakan semi Swedish massage, yakni pijat tradisional yang digabungkan dengan beberapa teknik yang terdapat dalam massage ala Swedia, antara lain effleurage (pengusapan dengan telapak tangan) dan petrissage (gerakan seperti mencubit dengan cara memutar telapak tangan, jari, dan ibu jari).

Seperti halnya ritual spa dan pijat, Swedish massage diawali dengan foot relaxation, saat kaki dipijat sambil direndam di dalam baskom yang telah ditambahkan minyak aroma terapi yang berfungsi membersihkan dan membunuh kuman (antiseptik).

"Selanjutnya dilakukan pemanasan agar klien merasa lebih rileks untuk masuk ke gerakan inti," ujar Cahya, terapis Klub and Spa Borobudur. Memasuki gerakan inti, terapis akan melakukan pemijatan dari ujung kaki hingga kepala, dengan posisi awal klien telungkup, kemudian telentang. Pemijatan dilakukan dengan menggunakan minyak esensial yang sebelumnya telah dibakar di atas tungku mini.

Menurut Dian, minyak di Klub and Spa Borobudur didesain khusus dengan tujuh pilihan aroma. Klien pun bisa memilih sesuai selera atau keperluan, di antaranya bloom relaxing untuk meredakan kaku otot, energizing untuk orang yang aktif, dan serenity untuk yang sering kesulitan tidur.

"Di Klub and Spa Borobudur, setiap ranjang tempat pemijatan juga dialasi electrical blanket yang memberikan sensasi hangat dan nyaman. Klien kami banyak yang suka," kata Dian.

Masih ditujukan bagi Anda yang sibuk, Dian merekomendasikan massage 3 in 1. Kendati menggunakan teknik pemijatan yang sama, menu pijat berdurasi 90 menit ini lebih menghemat waktu karena pemijatan dengan minyak dilakukan sambil scrub. Fungsinya adalah membersihkan, menghaluskan, sekaligus melembapkan kulit.

(Tuty Ocktaviany)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya