SAMA halnya dengan tren fesyen yang berganti di setiap tahunnya, tren pewarnaan rambut pun dikeluarkan oleh seorang penata rambut.
Untuk tren warna rambut sepanjang tahun 2008, para pakarnya meluncurkan beberapa varian warna yang akan semakin menonjolkan aura kecantikan para pemakainya. Sebut saja sang maestro rambut ternama Rudy Hadisuwarno, Yonki Pitoi, dan Jhonny Malato, penata rambut ternama yang ikut meluncurkan tren pewarnaan rambut 2008. Ketiganya kompak untuk mengeluarkan tren pewarnaan rambut di tahun bershio tikus ini.
Adapun tren pewarnaan yang dilayangkan Rudy untuk autumn-winter 2008 diberi tema "Scarlett Miracle Color Sercive". Di mana scarlett, punya arti khusus yang berarti sebagai warna merah.
Menurut Rudy yang membawahi Rudy Hadisuwarno Salon Group ini, koleksi pewarnaan rambut yang diperkenalkannya mengandung unsur kemerahan dan terbagi dalam dua kelompok, yaitu scarlett satin dan scarlett blossom.
Scarlett satin sengaja diciptakan untuk mereka yang ingin mendapatkan rambut berwarna dengan tone merah yang lembut. Sementara scarlett blossom mempunyai ciri merah yang kuat, sehingga cocok untuk wanita maupun pria yang suka bereksperimen dengan warna berani.
Berbeda dengan Rudy, hairstylish Yonki Pitoi memprediksikan warna cokelat (Dark Brown, Cool Brown, dan Light Brown) menjadi tren warna kaum hawa yang ingin tampil beda di tahun 2008.
Menurut Yonki, sebelum melakukan pewarnaan rambut yang tepat, ada dua cara yang dapat dilakukan. Sebelum memulai mewarnai rambut, terlebih dahulu lihat biji mata seseorang. Kalau biji matanya sedikit abu-abu, bisa memilih beberapa warna yang agak dingin seperti cokelat atau hitam. Cara yang lain adalah dengan melihat warna kulit di balik tangan dan warna kulit wajah.
Sama halnya dengan Yonki, Johnny Mallato, hairdresser dari JCMC salon, meramalkan cokelat dengan warna ash dan pale blonde akan menjadi warna dominan di tahun 2008. Pesona warna tersebut terinspirasi oleh keindahan warna tanah dan bebatuan. Warna cokelat itu mengambil intensitas pada kedalaman, sehingga tampilannya cenderung gelap dan pekat.
Sementara volume rambut menjadi ciri khas yang tidak ditinggalkan Johnny. Untuk kreasinya, Johnny mengambil nama fashion fever. Menandakan keselarasan dengan perkembangan dunia fesyen yang dinamis.
(Chaerunnisa)