Eksplorasi Gaya dengan Tren Fashion 2008

Dewi Arta, Jurnalis
Senin 22 Desember 2008 18:05 WIB
Foto : Tuty Ocktaviany/Okezone
Share :

PERUBAHAN tren yang datang dan pergi semakin cepat bergulir. Terlebih lagi dalam industri mode dan gaya hidup yang seringkali dijadikan tolok ukur. Gaun yang merupakan salah satu busana paling diminati kaum hawa pun selalu berganti di setiap tahunnya.

Selain dapat menonjolkan sisi feminin seorang wanita, gaun berfungsi menyulap wanita menjadi ratu dalam sehari, semisal saat mengenakan gaun pengantin.

Sama seperti tahun sebelumnya, model gaun pengantin panjang yang menyerak lantai masih mendominasi tren gaun pengantin (bridal) 2008 yang diminati kaum wanita. Tren tersebut dikeluarkan oleh desainer ternama Tina Andrean.

Perancang yang merupakan istri penata rambut ternama Jhonny Andrean ini mengusung tren gaun pengantin tahun 2008 yaitu memiliki model simpel tapi berkesan lebih glamor. Sementara untuk pemakaian material brokat juga akan lebih dominan.

Untuk tren gaun pengantin tersebut, Tina mengeluarkan desain gaun yang dilengkapi aksesori jaket. Model ini banyak diminati karena bisa dipakai sebagai pelengkap berpenampilan saat di gereja dan bisa pula dilepas saat acara pesta malam. Sementara untuk model siluetnya, akan banyak menggunakan model ballgown dan A-line yang lebih ramping.

Tak hanya gaun pengantin 2008 saja yang memiliki persamaan dengan tren tahun sebelumnya, busana muslim pun tak berbeda jauh. Di sepanjang tahun 2008 masih dipengaruhi sentuhan Victorian yang ekstravagan. Hal ini juga masih menjadi cerminan sisi feminin seorang muslimah. Karenanya, aksen frills, ruffles, pita, renda masih menguasai ajang runway. Pun dengan penggunaan warna-warna aristokrat yang sejalan dengan citra elegan abad pertengahan.

Namun, di tahun bershio tikus ini adaptasi busana Timur Tengah, India, Korea, dan Romawi memberi alternatif baru yang cukup menyegarkan. Tunik India dengan panjang hingga mata kaki yang dipadukan dengan Sari menjadi pilihan banyak desainer. Tak ketinggalan pula kaftan serta abaya Timur Tengah.

Sementara aksen draperi yang kerap menghiasi gaun wanita Romawi muncul sebagai detail manis yang mengimbangi payet dan kristal yang sebelumnya merajai pasar. Sebagai pendukung kehadiran bahan-bahan lembut layaknya sifon, satin, dan sutra tetap menjadi primadona. Sesekali diselingi katun atau bahan kaus yang menjadi pernyataan kasual. Dipilihnya kedua bahan tersebut lantaran dinilai simpel dan nyaman saat dipakai.

Di tahun 2008 ini pun kehadiran batik mampu mencuri perhatian banyak kalangan. Tak hanya orangtua saja yang mengenakan batik, salah satu warisan leluhur bangsa ini pun booming dipakai oleh berbagai lapisan anak muda.

Berkat ide dan sentuhan seni para desainer, batik lahir menjadi karya etnik modern dengan tampilan yang lebih eksklusif, manis, elegan, dan tidak kuno. Model dan warnanya pun tidak hanya cokelat dan warna-warna gelap.

Sentuhan permainan warna, motif tabrak, model modern, dan gaul berani diusung untuk menciptakan sebuah karya yang indah dan tidak ketinggalan zaman. Namun, tetap dengan satu pesan, mencintai produk Tanah Air.

Batik tak hanya digunakan untuk acara resmi atau formal, di berbagai acara-acara santai pun tetap dapat dipakai. Semisal desainer ternama Edward Hutabarat, pria yang akrab disapa Edo ini menjadi salah satu perancang yang telah menggeluti batik selama hampir 10 tahun. Edo selalu mengemas batik dengan inovasi baru, hal ini bisa dilihat pada fashion show-nya pada akhir Mei lalu, Edo kembali menampilkan koleksi batik dengan mengusung tema "Batik The Upper Ground".

Rancangan yang ditampilkannya menggunakan kain batik berwarna cerah, tabrak motif, dan warna. Mulai dari mini dress, babydoll, celana balon, jumpsuit, hingga gaun mendominasi setiap koleksinya.

Kesan seksi di tahun 2008 ini pun digambarkan melalui mini dress dengan belahan dada rendah. Mini dress berbahan sifon dihiasi dengan palet sebagai aksen pada bagian pinggul.

Aneka sabuk obi juga hadir mempercantik dan mempertegas bentuk tubuh ramping pemakainya. Gaya Oriental dengan kimono top satin berpadu klasik dengan sedikit sentuhan warna hitam-putih pada ujung lengan.

Tak ketinggalan tube dress bermotif tartan cukup mendominasi sepanjang tahun 2008 atau kemeja tartan berlengan puffed menawarkan sensualitas yang luar biasa. Plaid pencil skirt dan bustier berwarna hijau cerah juga merupakan salah satu busana seksi yang tak akan terlupakan di tahun ini.

Klasik sekaligus romantis, tampaknya model bustier cukup "megang" dalam hal mempertegas keindahan lekukan tubuh wanita. Berbagai busana dengan tangan kelelawar hingga tren busana ditutup dengan celana jodhpur, yaitu celana khas India yang menjadi inspirasi setiap desainer.

(Chaerunnisa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya