Fashion Pria Semakin Kreatif

SINDO, Jurnalis
Rabu 23 Juli 2008 10:48 WIB
Koleksi Ichwan Thoha (Foto: Tuty Ockta/Okezone)
Share :

TIDAK bisa dimungkiri industri kreatif yang tengah berkembang saat ini membawa banyak pengaruh terhadap dunia fashion, tidak terkecuali mode pria.

Jika Anda jeli melihat, kini pria tidak lagi hanya terpaku pada celana panjang, kemeja, ataupun t-shirt semata. Mode pria semakin variatif, flamboyan, bahkan terkadang terkesan feminin.

Pria tidak lagi tabu mengenakan warna-warna cerah, motif floral maupun busana dengan aksen manis yang dulu terbatas pada kaum hawa semata. Bukan hanya busana, aksesori layaknya tote bag, clutch, maupun shawl kini tampaknya sudah menjadi pelengkap busana para adam. Tidak lagi terbatas pada backpack yang menjadi simbolisasi maskulinitas.

Bahasan tersebut menjadi tema talkshow "Soap Style with Ichwan Toha" yang masih termasuk dalam rangkaian acara 1001 Inspirational Design Festival yang dihelat di Senayan City.
Sebagai seseorang yang berkecimpung di bidang industri kreatif, Ichwan mengakui rancangannya pun ikut terpengaruh perubahan-perubahan yang terjadi.

"Busana pria saat ini cenderung lebih kreatif dan lebih flamboyan. Saya rasa hal itu juga dipengaruhi gaya hidup dan industri kreatif yang semakin berkembang," ujarnya.

Selain itu, Ichwan juga mengatakan gaya berbusana pria sekarang menawarkan suatu ide segar untuk tampil lebih bergaya, tidak lagi monoton. "Yang kita tahu, busana pria kan hanya itu-itu saja, kemeja, celana, atau kaus, kadang ditambah jaket. Nah, perkembangan ini membuat pria pun bisa lebih ekspresif," sebutnya.

Hal itu, ungkap Ichwan, semakin menunjukkan bahwa fashion memang merupakan suatu petualangan. "Harus terus dieksplorasi sehingga kita bisa menampilkan ekspresi diri lewat penampilan," katanya.

Untuk itu, Ichwan pun menghadirkan demo cara berbusana dan fashion presentation dari koleksi rancangannya. Untuk demonya, Ichwan dan majalah Soap menunjukkan tiga gaya berbeda yang bisa ditampilkan dari sebuah kemeja klasik, yakni manset kemeja yang ditarik hingga ke bahu untuk menimbulkan efek victorian, penempatan kancing asimetris untuk gaya deskonstruktif, serta kemeja yang diubah fungsi menjadi syal.

Sementara untuk peragaan busananya, Ichwan menampilkan koleksi bergaya eklektik, agresif, sekaligus edgy. Tidak lagi hadir dalam palet gelap yang kerap menjadi pilihan pria, Ichwan justru menghadirkan barisan warna-warna berani dalam gaya yang flamboyan, terkadang deskonstruktif, atau malah tampil preppy.

Ichwan juga mempersembahkan pelbagai cutting menarik yang membuat pria hadir dalam level gaya yang berbeda. Sebagai aksesori, desainer yang koleksinya tersedia di butik kompilasi Fashion First ini tidak ragu memberikan bros bertabur permata, mutiara, maupun rantai emas sebagai ornamen. Beberapa kemejanya pun terlihat "manis" dengan tambahan lipit, ruffles, dan opnaisel ala tuksedo.

"Dalam setiap rancangan saya, ada empat unsur yang tidak boleh hilang, yakni edgy, retro-futuristik, urban tailor, serta konstruktif," kata Ichwan.

Kendati gemar memberi tampilan eklektik yang di luar jalur busana pria pada umumnya, Ichwan pun tidak ingin melewati pakem. "Saya masih memikirkan sisi komersial sehingga koleksi-koleksi saya juga tidak lepas dari unsur maskulin yang menjadi pakem busana pria," sebutnya, sembari mengatakan target konsumennya adalah pria dan wanita dengan kisaran usia 25-35 tahun.

(Tuty Ocktaviany)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya