JAKARTA - Alpukat selalu jadi buah pilihan untuk pola makan sehat karena mengandung lemak tak jenuh dan berbagai vitamin yang dibutuhkan tubuh. Tak hanya punya rasa yang enak, alpukat juga digemari karena teksturnya lembut.
Namun, saat membeli alpukat biasanya buah masih keras dan belum siap dikonsumsi. Tentu hal ini menyebalkan, terutama jika kamu ingin langsung mengolahnya menjadi jus, salad, atau roti panggang.
Tenang, ada beberapa cara yang bisa dicoba untuk mempercepat proses pematangan alpukat di rumah. Mengutip The Standard, influencer asal Amerika Serikat, Alan Mandell, membagikan empat trik untuk membuat alpukat lebih cepat matang, yuk simak!
Pisang menghasilkan gas etilen alami yang berperan dalam proses pematangan buah. Ketika alpukat diletakkan di dekat pisang, gas tersebut dapat membantu merangsang proses pematangan sehingga alpukat lebih cepat lunak.
Caranya cukup mudah. Letakkan alpukat yang masih keras di dekat beberapa buah pisang, kemudian simpan keduanya pada suhu ruang. Periksa kondisi alpukat secara berkala untuk mengetahui apakah teksturnya sudah mulai melunak.
Alpukat sebenarnya menghasilkan gas etilen sendiri. Dengan menyimpannya di dalam kantong kertas, gas tersebut dapat terkumpul di sekitar buah sehingga mempercepat proses pematangan.
Agar hasilnya lebih optimal, masukkan pisang atau apel ke dalam kantong yang sama. Kedua buah tersebut juga menghasilkan etilen sehingga proses pematangan alpukat bisa berlangsung lebih cepat.
Kamu bisa meletakkan alpukat di area dekat jendela yang terkena sinar matahari langsung. Meski demikian, hindari menempatkan alpukat di lokasi yang terlalu panas dalam waktu lama. Suhu berlebihan bisa membuat buah mengalami pemanasan tidak merata dan memengaruhi kualitasnya.
Caranya, bungkus seluruh bagian alpukat dengan aluminium foil, lalu masukkan ke dalam oven bersuhu sekitar 100 derajat celsius selama 10 menit. Setelah itu, keluarkan alpukat dan dinginkan di dalam lemari es sebelum dikonsumsi.
Metode ini bisa membuat tekstur alpukat menjadi lebih lunak dalam waktu singkat. Namun, perlu diketahui bahwa alpukat yang dilunakkan menggunakan panas tidak selalu sama dengan alpukat yang matang secara alami.
Menurut ahli gizi Kao Min-min yang dikutip dari The Standard, alpukat dengan kulit hijau tidak selalu mengalami perubahan warna saat matang. Pada jenis ini, kamu bisa memeriksa tingkat kematangannya dengan menekan permukaan buah secara perlahan. Jika terasa sedikit empuk, alpukat kemungkinan sudah matang.
Sementara itu, alpukat dengan kulit kemerahan biasanya mengalami perubahan warna ketika matang. Kulitnya dapat berubah dari hijau menjadi cokelat tua atau merah keunguan. Permukaan kulit yang awalnya licin dan mengilap juga bisa menjadi sedikit berkerut.
Meski begitu, warna kulit saja tidak selalu cukup untuk menentukan kematangan karena setiap varietas alpukat memiliki karakteristik berbeda.
Selain rasanya yang enak, alpukat juga dikenal mengandung beragam nutrisi. Berikut beberapa manfaat yang dikaitkan dengan kandungan gizinya.
1. Membantu menjaga kadar kolesterol
2. Mendukung pengelolaan berat badan
3. Mendukung kesehatan pembuluh darah
4. Membantu menjaga kesehatan kulit
5. Mengandung antioksidan
(Agustina Wulandari )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.