JAKARTA - Rambut beruban sering dianggap sebagai tanda bertambahnya usia. Namun, faktanya, sebagian orang sudah mulai memiliki rambut beruban sejak usia 20-an, sementara sebagian lainnya baru mengalaminya ketika memasuki usia yang lebih matang.
Bagi sebagian orang, rambut beruban bukanlah masalah dan justru menjadi bagian dari penampilan. Namun, ada juga yang merasa kurang percaya diri dan ingin menyamarkannya.
Sebenarnya apa penyebab rambut beruban di usia muda dan bagaimana cara mengatasinya? Yuk, simak penjelasannya seperti yang dilansir dari Web MD.
Genetika menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi kapan seseorang mulai beruban. Jika orang tua mengalami uban di usia muda, anaknya juga berpeluang mengalami hal serupa. Karena itu, munculnya uban lebih awal tak selalu menandakan adanya masalah kesehatan.
Kekurangan vitamin B12 berkaitan dengan munculnya uban dini. Vitamin ini berperan penting dalam berbagai fungsi tubuh, sehingga kekurangannya perlu dikenali dan ditangani sesuai penyebabnya. Pada kondisi tertentu, perubahan warna rambut yang berkaitan dengan kekurangan vitamin B12 dapat membaik setelah masalah tersebut ditangani.
Gangguan pada kelenjar tiroid maupun kelenjar hipofisis juga dapat berhubungan dengan perubahan warna rambut yang muncul lebih awal. Jika uban dini disebabkan oleh kondisi tersebut, penanganan terhadap gangguan yang mendasarinya berpotensi memperbaiki perubahan warna rambut.
Jika belum siap menerima perubahan warna rambut, ada beberapa pilihan yang bisa dipertimbangkan untuk menyamarkan uban.
Pewarna rambut semi-permanen atau demi-permanen dapat menjadi pilihan bagi orang yang baru mulai memiliki uban. Jenis pewarna ini bisa menyatukan warna uban dengan warna rambut alami tanpa harus menutupi seluruh warna asli rambut secara permanen. Hasilnya biasanya bertahan selama beberapa minggu, bergantung pada produk yang digunakan dan kondisi rambut.
Teknik highlight dilakukan dengan memberikan warna yang lebih terang pada beberapa helai rambut. Cara ini dapat membantu menyamarkan perbedaan antara uban dan rambut berwarna alami. Dengan penempatan warna yang tepat, uban dapat terlihat lebih menyatu dengan keseluruhan warna rambut.
Jika jumlah uban sudah cukup banyak, pewarna permanen bisa menjadi pilihan. Seorang penata rambut profesional menyarankan pertimbangan pewarna permanen ketika sekitar 45–50 persen rambut telah beruban.
Bagi yang tidak ingin mewarnai rambut secara permanen, produk penutup uban sementara dapat menjadi alternatif. Salah satunya adalah produk pewarna rambut berbentuk semprotan yang dapat menyamarkan uban dan hilang ketika rambut dicuci menggunakan sampo.
Sebenarnya, rambut beruban tak selalu harus disembunyikan. Saat ini, sebagian orang memilih mempertahankan warna rambut peraknya sebagai bagian dari penampilan dan identitas diri.
Uban tidak serta-merta membuat seseorang terlihat lebih tua, kurang sehat, atau kehilangan daya tarik. Penampilan secara keseluruhan juga dipengaruhi oleh gaya rambut, cara merawat diri, dan kepercayaan diri.
(Agustina Wulandari )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.