RUNNER dan content creator, Namira Adjani, jadi salah satu selebriti perempuan Indonesia yang berhasil finis di Sydney Marathon 2026. Dia pun ungkap manfaat marathon bagi dirinya.
Ternyata, Namira tak hanya merasakan manfaat dari segi kesehatan. Putri dari Alya Rohali ini juga merasakan dampak dari segi mental.
Ya, Namira jadi salah satu selebriti perempuan Indonesia yang ambil bagian di Sydney Marathon 2026 yang digelar pada Minggu, 30 Agustus 2026. Dari 41.000 pelari yang ambil bagian, Namira berhasil finis dengan catatan waktu 3 jam 54 menit.
Kesuksesan Sydney Marathon 2026 membuat Namira melengkapi perjalanan 7 World Marathon Majors. Sebelumnya dia sudah ikuti sejumlah ajang marathon besar dunia.
Dalam acara Morning Zone di Youtube Okezone, Namira bercerita soal pengalamannya menjalani Sydney Marathon 2026. Dia mengaku mengikuti maraton bukan sekadar tentang menjaga kesehatan atau mengejar pencapaian fisik. Lari jarak jauh juga memberikan manfaat bagi mental dan daya juang seseorang.
Namira menilai, ketika seseorang memutuskan mengikuti maraton, mau tidak mau mereka harus konsisten menjalani latihan. Rutinitas tersebut membuat tubuh menjadi lebih sehat karena terbiasa berolahraga.
Namun, manfaat yang dirasakan tidak berhenti pada kesehatan fisik. Menurut Namira, latihan dan pengalaman menyelesaikan maraton juga dapat membuat seseorang memiliki mental yang lebih kuat.
“Aku merasa maraton ini tuh bisa bikin mental kita tuh lebih tough. Mental kita tuh jadi lebih kuat dan itu ngaruh juga ke kegiatan kita di kehidupan sehari-hari,” ujar Namira.

Menurut Namira, berlari sejauh 42 kilometer bukan hanya membutuhkan kekuatan fisik. Mental juga memegang peranan penting, terutama ketika pelari mulai merasa lelah saat race day.
“Karena lari 42 kilo kan bukan cuma tentang fisik kita. Pas race day, mental kita tuh juga penting banget,” ujar Namira.
Ketika mental mulai menurun dan muncul pikiran seperti merasa terlalu lelah atau tidak mampu melanjutkan perlombaan. Kondisi tersebut dapat memengaruhi performa fisik.
“Once mental kita drop, kita merasa kayak, ‘Aduh capek nih, aduh nggak bisa nih.’ Itu pasti akan ngaruh ke performa dan badan kita juga. Karena ya itulah, the power of mind,” tutur Namira.
Karena itu, menurutnya, proses mempersiapkan diri hingga menyelesaikan maraton secara tidak langsung membangun ketahanan mental. Kemampuan untuk terus berjuang ketika tubuh mulai lelah pun dapat terbawa ke kehidupan sehari-hari.
“Dengan maraton ini dia kan ngebuild supaya mental kita tuh menjadi lebih kuat. Dan itu emang beneran pengaruh ke kegiatan sehari-hari sih menurut aku,” tutupnya.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.