Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Benarkah Ukuran Penis Terlalu Besar Bikin Vagina Sakit? Ini Kata Dokter

Tim Okezone , Jurnalis-Senin, 31 Agustus 2026 |02:15 WIB
Benarkah Ukuran Penis Terlalu Besar Bikin Vagina Sakit? Ini Kata Dokter
Benarkah Ukuran Penis Terlalu Besar Bikin Vagina Sakit? Ini Kata Dokter (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Ukuran penis dan vagina tidak selalu terasa cocok pada setiap pasangan. Meski demikian, vagina pada umumnya memiliki sifat elastis dan mampu menyesuaikan diri saat seseorang mendapatkan rangsangan seksual yang cukup.

Dokter Spesialis Kandungan Dr. Lauren Streicher menjelaskan, sebagian besar vagina dapat mengakomodasi berbagai ukuran penis selama tubuh dalam kondisi rileks, terangsang, dan mendapatkan pelumasan yang memadai.

“Dengan rangsangan dan pelumasan yang tepat, sebagian besar vagina dapat melebar untuk menyesuaikan ukuran penis apa pun,” kata Streicher dilansir dari Menshealth.

Namun, pada kondisi tertentu, penetrasi dapat terasa sulit atau menimbulkan rasa sakit. Keluhan tersebut bukan semata-mata disebabkan oleh ukuran penis, tetapi dapat dipengaruhi kondisi fisik dan hormonal perempuan.

Kurang Rangsangan Bisa Membuat Penetrasi Sulit

Salah satu penyebab penetrasi terasa sulit adalah kurangnya rangsangan seksual. Ketika belum cukup terangsang, vagina belum menghasilkan pelumasan yang optimal dan otot-otot di sekitarnya belum sepenuhnya rileks.

Akibatnya, penetrasi dapat terasa tidak nyaman, bahkan berpotensi menyebabkan nyeri, iritasi, perdarahan, atau luka pada jaringan jika dilakukan secara paksa.

Karena itu, pasangan sebaiknya tidak terburu-buru melakukan penetrasi. Waktu untuk pemanasan atau foreplay yang cukup dapat membantu tubuh lebih siap. Pelumas juga dapat digunakan jika diperlukan untuk mengurangi gesekan.

Kekeringan Vagina Bisa Menjadi Faktor

Masalah lain yang dapat membuat penetrasi terasa sakit adalah vagina yang kering. Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh perubahan hormon maupun penggunaan obat tertentu.

Beberapa jenis obat, termasuk kontrasepsi hormonal dosis rendah dan antihistamin, dapat menyebabkan kekeringan pada sebagian perempuan. Perawatan medis tertentu, termasuk terapi kanker, juga dapat memengaruhi kondisi jaringan vagina.

Jika kekeringan terus terjadi meskipun sudah mendapatkan rangsangan yang cukup dan menggunakan pelumas, sebaiknya konsultasikan kondisi tersebut kepada dokter kandungan. Pemeriksaan dapat membantu mengetahui penyebab sekaligus menentukan penanganan yang tepat.

Tidak Perlu Memaksakan Penetrasi

Rasa sakit saat berhubungan seksual sebaiknya tidak diabaikan. Jika penetrasi terasa terlalu sakit atau sulit dilakukan, jangan memaksakannya karena dapat menyebabkan cedera.

Komunikasi dengan pasangan menjadi hal penting untuk mengetahui posisi dan kecepatan yang paling nyaman. Pasangan juga dapat mencoba variasi posisi yang memungkinkan perempuan mengontrol kedalaman penetrasi.

Pada sebagian besar kasus, masalah penetrasi dapat ditangani setelah penyebabnya diketahui. Jadi, bukan berarti ukuran penis yang besar otomatis membuat hubungan seksual tidak mungkin dilakukan.

Jika nyeri saat berhubungan seksual terus berulang, terjadi perdarahan, atau terdapat keluhan lain pada vagina, pemeriksaan oleh dokter diperlukan untuk memastikan tidak ada kondisi medis yang mendasarinya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement