Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Celine Dion Rajin Pilates dan Balet, Ini Manfaatnya untuk Penderita Stiff Person Syndrome

Kurniasih Miftakhul Jannah , Jurnalis-Rabu, 26 Agustus 2026 |17:10 WIB
Celine Dion Rajin Pilates dan Balet, Ini Manfaatnya untuk Penderita Stiff Person Syndrome
Celine Dion Rajin Pilates dan Balet, Ini Manfaatnya untuk Penderita Stiff Person Syndrome (Foto: Instagram)
A
A
A

JAKARTA - Penyanyi Celine Dion tengah menjalani persiapan intensif untuk kembali tampil di atas panggung setelah beberapa tahun menghadapi stiff person syndrome (SPS) atau sindrom orang kaku. Selain menjalani pengobatan dan fisioterapi, penyanyi tersebut rutin melakukan Pilates dan balet untuk membantu menjaga kemampuan tubuhnya tetap aktif.

Dion diketahui melakukan sesi Pilates selama 90 menit sebanyak tiga kali dalam sepekan. Ia juga mengikuti latihan balet dua kali seminggu sebagai bagian dari rutinitas untuk menjaga kekuatan dan mobilitas tubuh.

Penyanyi berusia 58 tahun itu sebelumnya mengungkapkan bahwa dirinya mengalami SPS, gangguan neurologis langka dan progresif yang dapat menyebabkan kekakuan serta kejang otot yang menyakitkan. Kondisi tersebut pernah ia ceritakan secara mendalam melalui film dokumenter I Am: Celine Dion.

Dalam wawancara dengan Harper's Bazaar, Dion mengatakan dirinya terus menjalani berbagai bentuk terapi sebagai persiapan untuk kembali tampil. Program tersebut mencakup pengobatan, fisioterapi, terapi vokal, imunoterapi, Pilates, dan balet.

Ia juga sempat membagikan kondisi terbarunya melalui Instagram pada Maret lalu. Dalam unggahan tersebut, Dion mengatakan dirinya merasa semakin kuat dan siap kembali bertemu dengan para penggemarnya.

Lantas, mengapa Pilates dan balet dapat membantu seseorang dengan gangguan neurologis?

Mengenal Stiff Person Syndrome

Stiff person syndrome merupakan gangguan pada sistem saraf pusat yang tergolong langka dan dapat berkembang secara progresif. Kondisi ini diduga berkaitan dengan gangguan autoimun.

Menurut National Institute of Neurological Disorders and Stroke (NINDS), SPS dapat menyebabkan kekakuan otot, terutama pada bagian tubuh seperti batang tubuh, lengan, dan kaki. Penderitanya juga dapat mengalami kejang yang dipicu oleh suara, sentuhan, maupun tekanan emosional.

Kondisi tersebut tergolong sangat jarang. Cleveland Clinic memperkirakan SPS hanya dialami sekitar satu dari satu juta orang dan lebih banyak ditemukan pada perempuan.

Pilates Bisa Membantu Menjaga Fleksibilitas

Olivia Gruder, MD, direktur klinis Green Hills Multiple Sclerosis Clinic sekaligus asisten profesor klinis neurologi di Vanderbilt University Medical Center, menjelaskan bahwa gejala SPS dapat berbeda pada setiap pasien.

Namun, salah satu masalah utama yang dapat muncul adalah aktivitas otot berlebihan dan kejang yang terjadi secara terus-menerus atau episodik. Jika berlangsung dalam waktu lama, kondisi tersebut dapat menyebabkan fleksibilitas tubuh menurun, gangguan keseimbangan, nyeri, serta penurunan kondisi fisik.

Menurut Gruder, aktivitas dengan intensitas rendah seperti Pilates dan balet dapat membantu menjaga fleksibilitas, keseimbangan, dan kekuatan tubuh.

Latihan dengan gerakan yang terkendali juga dinilai lebih sesuai bagi pasien yang kejangnya mudah dipicu oleh gerakan tiba-tiba atau rangsangan tertentu.

Gerakan Teratur Dapat Membantu

Ahli neurologi Clifford Segil, DO, dari Providence Saint John's Health Center, mengatakan aktivitas fisik yang dilakukan secara konsisten merupakan bagian penting dalam pengelolaan SPS.

Pilates dan balet memiliki karakteristik berupa gerakan yang terencana, terkoordinasi, serta mengutamakan kontrol tubuh. Pola latihan tersebut dapat membantu seseorang melatih perpindahan berat badan dan keseimbangan secara lebih terarah.

Kedua jenis olahraga itu juga banyak melibatkan otot inti atau core. Area tersebut menjadi salah satu bagian penting yang perlu diperkuat untuk membantu menjaga stabilitas tubuh.

Jennifer M. Nash, PT, DPT, terapis fisik di University of Nevada, Reno, menambahkan bahwa Pilates dan balet turut menekankan teknik pernapasan. Latihan pernapasan dapat membantu seseorang mendapatkan kontrol dan relaksasi tubuh.

Membantu Meningkatkan Kepercayaan Diri

Gerakan yang dilakukan secara perlahan dan memiliki pola yang dapat diprediksi juga dapat memberikan manfaat psikologis bagi pasien dengan gangguan neurologis.

Gruder menjelaskan, pola latihan yang terstruktur dapat membantu mengurangi rasa takut bergerak, terutama pada pasien yang khawatir terjatuh atau mengalami cedera.

Ketika kepercayaan terhadap kemampuan tubuh meningkat, pasien dapat menjadi lebih yakin untuk melakukan aktivitas fisik secara mandiri.

Selain itu, Pilates dan balet melibatkan propriosepsi, yakni kemampuan tubuh mengenali posisi dan gerakannya di dalam ruang. Kemampuan tersebut penting untuk dilatih pada berbagai kondisi neurologis.

Tidak Harus Pilates atau Balet

Meski Pilates dan balet dapat memberikan manfaat tertentu, bukan berarti kedua jenis latihan tersebut cocok untuk semua orang dengan gangguan neurologis.

Gruder menekankan bahwa jenis aktivitas fisik sebaiknya disesuaikan dengan kondisi, kemampuan, serta kebutuhan masing-masing individu. Pilihan olahraga dapat berupa berjalan kaki, yoga dengan kursi, latihan dengan bantuan, hingga aktivitas fisik lainnya yang aman.

"Gerakan dapat dan seharusnya berbeda untuk setiap orang," ujar Gruder.

Ia menambahkan bahwa mempertahankan aktivitas dan gerakan secara konsisten menjadi salah satu hal penting untuk membantu menjaga fungsi tubuh dan kemandirian.

Dengan demikian, rutinitas Pilates dan balet yang dilakukan Celine Dion merupakan bagian dari upayanya menjaga kondisi tubuh selama menghadapi SPS. Namun, pola latihan untuk pasien dengan gangguan neurologis sebaiknya dilakukan secara aman dan disesuaikan dengan rekomendasi tenaga medis.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement