JAKARTA - Salad memang dikenal sebagai salah satu pilihan makanan sehat. Namun, makanan ini tetap berisiko menyebabkan keracunan makanan jika bahan-bahannya terkontaminasi bakteri, virus, atau parasit.
Meski begitu, bukan berarti kamu harus berhenti makan buah dan sayur. Kuncinya adalah memilih, mencuci, dan menyimpan bahan makanan dengan benar. Melansir Healthline, berikut beberapa bahan salad yang perlu diperhatikan.
Selada, termasuk selada iceberg, bisa terkontaminasi mikroorganisme penyebab penyakit. Salah satu yang pernah dikaitkan dengan wabah adalah parasit Cyclospora.
Gejalanya bisa muncul dalam waktu dua hari hingga dua minggu setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi. Keluhannya antara lain diare berair, kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan, kram perut, kembung, mual, hingga kelelahan.
Untuk mengurangi risiko, pastikan mencuci tangan, pisau, dan talenan sebelum mengolah selada. Kamu juga bisa membuang beberapa lapisan daun terluar sebelum mengonsumsinya.
Sayuran berdaun hijau dapat terkontaminasi bakteri berbahaya seperti E. coli, Salmonella, dan Listeria. Kontaminasi bisa terjadi sejak proses penanaman hingga pengolahan makanan.
Karena biasanya dimakan mentah, sayuran jenis ini perlu dicuci dengan bersih. Hindari juga membeli salad yang daunnya sudah tampak layu, lembek, atau rusak.
Salad siap saji yang dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang juga sebaiknya tidak dikonsumsi.
Kecambah mentah, seperti tauge dan kecambah alfalfa, termasuk bahan makanan yang memiliki risiko lebih tinggi menyebabkan keracunan makanan.
Bakteri seperti Salmonella, E. coli, dan Listeria dapat berkembang dengan mudah karena kondisi hangat dan lembap yang dibutuhkan untuk menumbuhkan kecambah juga ideal bagi pertumbuhan bakteri.
Memasak kecambah dapat membantu membunuh mikroorganisme berbahaya dan mengurangi risiko keracunan makanan.
Beberapa jenis buah juga pernah dikaitkan dengan kasus keracunan makanan, terutama buah beri, melon, dan salad buah yang sudah dipotong.
Melon, seperti semangka dan blewah, berisiko terkontaminasi Listeria pada bagian kulitnya. Bakteri tersebut kemudian bisa berpindah ke bagian dalam buah saat dipotong.
Sementara itu, buah beri juga dapat terkontaminasi bakteri atau virus akibat kebersihan yang kurang baik selama proses panen dan pengolahan.
Karena itu, cucilah buah sebelum dikonsumsi. Untuk melon, bersihkan kulitnya secara menyeluruh sebelum dipotong. Setelah buah dipotong, segera dimakan atau disimpan di dalam kulkas.
Meski salad dan bahan-bahan di dalamnya berpotensi menyebabkan keracunan makanan, kamu tidak perlu langsung menghindari buah dan sayuran.
Pastikan bahan makanan dicuci dengan bersih, gunakan peralatan yang higienis, dan hindari mengonsumsi buah atau sayuran yang sudah berwarna kecokelatan, terlalu basah, atau lembek.
Dengan penanganan yang tepat, kamu tetap bisa menikmati salad sebagai bagian dari pola makan sehat dan seimbang.
(Agustina Wulandari )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.