NGIDAM berbagai jenis makanan merupakan hal yang umum terjadi selama kehamilan. Namun, bagaimana jika yang diinginkan justru es batu?
Apakah hal tersebut normal? Ataukah tanda bahaya untuk ibu hamil sehingga harus segera menghentikan kebiasaan makan es batu tersebut?

Bagi sebagian ibu hamil, mengonsumsi es batu terasa menyegarkan, membantu meredakan mual, atau sekadar menghilangkan rasa haus. Namun, jika keinginan tersebut muncul terus-menerus dan sulit dikendalikan, kondisi ini bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang perlu diperiksa.
Dilansir dari This Is Need, keinginan mengonsumsi es batu selama kehamilan tergolong cukup umum. Dalam dunia medis, kebiasaan ini dikenal sebagai pagophagia, yaitu salah satu bentuk pica, gangguan yang membuat seseorang mengidam benda yang tidak memiliki nilai gizi, seperti tanah, kapur, kertas, atau es batu.
Pica paling sering dialami oleh anak-anak dan ibu hamil. Pada sebagian besar kasus, kondisi ini bersifat ringan, tetapi terkadang dapat menjadi petunjuk adanya kekurangan nutrisi, terutama zat besi.
Beberapa penelitian menunjukkan sekitar 20–30 persen ibu hamil di dunia mengalami pica. Ada keinginan mengunyah es batu menjadi salah satu bentuk yang paling sering ditemukan.
1. Kekurangan Zat Besi atau Anemia
Penyebab yang paling sering dikaitkan dengan kebiasaan mengunyah es batu adalah anemia defisiensi zat besi. Selama kehamilan, kebutuhan zat besi meningkat karena tubuh harus memproduksi lebih banyak darah untuk memenuhi kebutuhan ibu dan janin.
Jika asupan zat besi tidak mencukupi, tubuh dapat mengalami anemia. Selain mengidam es batu, anemia juga dapat menimbulkan gejala seperti mudah lelah, pusing, kulit pucat, sesak napas, dan tubuh terasa lemah.
Anemia pada ibu hamil tidak boleh dianggap remeh karena dapat meningkatkan risiko persalinan premature. Selain itu, bayi juga bisa lahir dengan berat badan rendah, hingga perdarahan setelah melahirkan.
2. Membantu Mengatasi Mual dan Dehidrasi
Banyak ibu hamil mengalami mual dan muntah, terutama pada trimester pertama. Dalam kondisi tersebut, minum air putih terkadang justru memicu rasa mual.
Mengisap es batu menjadi alternatif yang lebih nyaman untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi tanpa memperparah rasa mual.

Perubahan hormon selama kehamilan membuat sebagian wanita lebih mudah merasa kepanasan. Es batu memberikan sensasi dingin yang membantu tubuh terasa lebih nyaman.
Selain itu, suhu dingin juga dapat meredakan mulut yang terasa kering atau sensitif selama kehamilan.
Secara umum, es batu hanyalah air yang dibekukan sehingga tidak membahayakan janin. Namun, jika dikonsumsi secara berlebihan, ada beberapa risiko yang perlu diperhatikan.
Mengunyah es batu yang keras dapat mengikis lapisan email gigi sehingga meningkatkan risiko gigi sensitif, retak, atau berlubang. Risiko ini semakin besar karena kehamilan sendiri dapat membuat kesehatan gigi menjadi lebih rentan.
Es batu memang membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh, tetapi tidak mengandung zat gizi. Jika terlalu sering mengonsumsi es batu hingga mengurangi nafsu makan, ibu hamil bisa kekurangan nutrisi penting bagi pertumbuhan janin.
Jika penyebab mengidam es batu adalah anemia, kebiasaan tersebut tidak akan mengatasi masalah yang sebenarnya. Justru kondisi kekurangan zat besi dapat semakin memburuk apabila tidak segera ditangani.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.