JAKARTA - Sebagai orang tua, melihat anak tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan mandiri pasti jadi impian terbesar. Tapi, tentu saja kemandirian perlu dilatih. Karakter ini tak bisa dipaksakan, melainkan harus dipupuk perlahan lewat kebiasaan sehari-hari di rumah.
Tak perlu pakai cara yang rumit atau kelas khusus. Melansir dari Parents, ada 6 kebiasaan simpel yang bisa mulai diterapkan sekarang juga untuk melatih kemandirian si Kecil. Yuk, simak!
Kemandirian berawal dari keberanian mengambil keputusan. Mulailah dari hal kecil, seperti membiarkan anak memilih baju yang mau dipakai hari ini atau camilan apa yang ingin dimakan saat sore. Memberikan pilihan akan membuat anak merasa pendapatnya dihargai dan punya kendali atas dirinya sendiri.
Anak-anak sebenarnya senang jika merasa dilibatkan dan diandalkan di rumah. Cobalah beri mereka tugas ringan yang sesuai dengan umurnya. Misalnya, meminta si Kecil membereskan mainan ke dalam keranjang, atau meminta anak yang lebih besar untuk meletakkan piring kotornya ke tempat cuci. Selain melatih kemandirian, kebiasaan ini juga ampuh menumbuhkan rasa tanggung jawab.
Melihat anak kesulitan memakai sepatu atau memasang kancing baju memang sering membuat gemas dan ingin langsung turun tangan. Tapi, tahan dulu! Berikan mereka waktu tambahan untuk mencoba dan berjuang sendiri.
Ketika orang tua membiarkan mereka mencari solusi, mereka akan belajar tentang kegigihan. Kalau mereka sudah benar-benar kewalahan atau meminta tolong, barulah tawarkan bantuan.
Mengurus kebersihan dan keperluan pribadi adalah fondasi anak menjadi mandiri. Ajarkan dan biasakan anak untuk menyikat gigi, mencuci tangan, atau memakai pakaian sendiri tanpa harus selalu disuruh-suruh. Agar tidak terasa seperti beban, Mom bisa membuat proses ini lebih menyenangkan sambil memutar lagu favorit mereka.
Anak-anak akan merasa lebih percaya diri ketika mereka tahu apa yang harus dilakukan. Buatlah rutinitas harian yang simpel dan konsisten, mulai dari bangun pagi, waktu bermain, hingga persiapan sebelum tidur. Dengan jadwal yang jelas dan bisa ditebak, perlahan anak akan terbiasa berinisiatif melakukan aktivitasnya tanpa perlu diingatkan berkali-kali.
Saat anak mencoba melakukan sesuatu sendiri tapi hasilnya berantakan, misalnya mencoba menuang susu tapi gagal dan tumpah), jangan langsung dimarahi. Sebaliknya, hargai keberaniannya.
Katakan, "Wah, hebat adik sudah berani coba tuang susu sendiri! Yuk, sekarang lap tumpahannya sama-sama." Pujian pada proses atau usaha akan memotivasi mereka untuk tidak takut salah dan berani mencoba lagi di lain waktu.
Mendidik anak agar mandiri memang butuh kesabaran ekstra. Kadang rumah mungkin jadi lebih berantakan atau waktu bersiap-siap jadi lebih lama dari biasanya. Tapi tenang saja, proses ini sangat sepadan dengan bekal karakter tangguh yang akan mereka bawa hingga dewasa nanti!
(Agustina Wulandari )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.