Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mitos atau Fakta: Nail Art Terlalu Sering Bahaya untuk Tubuh?

Djanti Virantika , Jurnalis-Sabtu, 06 Juni 2026 |19:05 WIB
Mitos atau Fakta: Nail Art Terlalu Sering Bahaya untuk Tubuh?
Apakah nail art berbahaya untuk tubuh? (Foto: Freepik)
A
A
A

NAIL art atau penggunaan cat kuku semakin populer sebagai bagian dari gaya hidup dan kecantikan. Namun, muncul anggapan bahwa terlalu sering melakukan nail art bisa berbahaya bagi kesehatan tubuh. Lantas, apakah hal tersebut mitos atau fakta?

Berdasarkan tinjauan medis dari para dokter kulit, efek nail art terhadap kesehatan kuku sangat bergantung pada jenis produk yang digunakan serta cara pemakaiannya. Beberapa jenis cat kuku memang memiliki risiko tertentu, tetapi tidak selalu berbahaya jika digunakan dengan benar dan tidak berlebihan.

Ide Nail Art untuk Hari Valentine, Tampil Elegan di Momen Romantis

1. Jenis Cat Kuku dan Dampaknya

Dilansir dari laman Harvard University, cat kuku tradisional umumnya aman digunakan dan mudah dihapus dengan aseton. Namun, penggunaan aseton yang terlalu sering dapat membuat kuku dan kulit di sekitarnya menjadi kering. Selain itu, warna gelap juga kadang dapat menyebabkan perubahan warna kuku sementara.

Sementara itu, cat kuku “non-toksik” atau five-free diklaim tidak mengandung beberapa bahan kimia seperti formaldehida dan toluena yang bisa memicu iritasi. Meski begitu, belum ada bukti kuat bahwa produk ini secara signifikan lebih aman dibanding cat kuku biasa dalam jangka panjang.

Cat kuku gel menawarkan daya tahan lebih lama, tetapi proses pengeringannya menggunakan sinar UV atau LED yang dapat berkontribusi pada paparan sinar ultraviolet. Selain itu, proses penghapusannya juga bisa membuat kuku menjadi lebih rapuh jika dilakukan secara agresif.

Sedangkan cat kuku celup bubuk (dip powder) tidak memerlukan lampu UV, tetapi memiliki risiko dari sisi kebersihan jika bubuk digunakan bersama. Proses penghapusannya juga bisa merusak lapisan kuku bila dilakukan dengan cara yang kasar.

 

2. Jadi, Mitos atau Fakta?

Nail Art

Anggapan bahwa nail art terlalu sering berbahaya untuk tubuh tidak sepenuhnya benar. Faktanya, risiko lebih dipengaruhi oleh jenis produk, frekuensi penggunaan, serta cara perawatan kuku setelahnya, bukan semata-mata karena nail art itu sendiri.

Para ahli menyarankan untuk tidak menggunakan cat kuku secara terus-menerus, memberikan jeda agar kuku dapat beristirahat, serta menjaga kelembapan kuku dan kutikula agar tetap sehat. Selain itu, penting juga untuk menghapus cat kuku dengan cara yang lembut agar tidak merusak lapisan kuku.

Nail art tidak serta-merta berbahaya bagi tubuh jika dilakukan dengan bijak. Namun, penggunaan berlebihan tanpa perawatan yang tepat dapat meningkatkan risiko seperti kuku kering, rapuh, atau iritasi. Jadi, kuncinya adalah moderasi dan perawatan yang tepat, bukan menghindarinya sepenuhnya.

(Djanti Virantika)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement