Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sering Masturbasi Bikin Pria Mandul, Mitos atau Fakta?

Tim Okezone , Jurnalis-Minggu, 07 Juni 2026 |02:11 WIB
Sering Masturbasi Bikin Pria Mandul, Mitos atau Fakta?
Sering Masturbasi Bikin Pria Mandul, Mitos atau Fakta? (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Masturbasi masih sering dikaitkan dengan berbagai mitos seputar kesehatan reproduksi pria. Salah satu yang paling umum adalah anggapan bahwa terlalu sering masturbasi dapat menyebabkan kemandulan atau menurunkan kesuburan. Benarkah demikian?

Menurut berbagai penelitian, masturbasi pada umumnya tidak menyebabkan pria menjadi mandul. Kesuburan pria lebih dipengaruhi oleh kualitas sperma, kesehatan reproduksi, gaya hidup, serta kondisi medis tertentu dibandingkan frekuensi masturbasi semata.

Apakah Masturbasi Memengaruhi Kesuburan Pria?

Melansir laman Vinmec, masturbasi tidak terbukti memberikan dampak signifikan terhadap kemampuan seorang pria untuk memiliki keturunan. Pria yang melakukan ejakulasi secara teratur, baik melalui hubungan seksual maupun masturbasi, tetap dapat memiliki kualitas sperma yang normal.

Beberapa penelitian memang menunjukkan bahwa kualitas sperma bisa sedikit lebih optimal setelah pria tidak berejakulasi selama dua hingga tiga hari. Namun, penelitian lain menemukan bahwa ejakulasi harian tetap tidak menyebabkan penurunan kualitas sperma yang bermakna pada pria sehat.

Dengan kata lain, masturbasi bukan penyebab utama kemandulan pria.

Masturbasi dan Manfaat Kesehatan

Meski sering dianggap tabu, masturbasi merupakan perilaku seksual yang umum dilakukan. Aktivitas ini dapat membantu seseorang mengenali respons seksual tubuhnya sendiri, meredakan ketegangan, serta memberikan rasa rileks setelah orgasme.

Namun, para ahli menjelaskan bahwa manfaat kesehatan dari masturbasi tidak selalu sama dengan hubungan seksual bersama pasangan. Sejumlah penelitian menemukan hubungan seksual memiliki manfaat tambahan, seperti:

  • Membantu menjaga kesehatan jantung.
  • Mendukung kesehatan prostat.
  • Membantu mengurangi stres.
  • Berkontribusi pada kesehatan mental dan emosional.

Meski demikian, masturbasi tetap dianggap sebagai aktivitas seksual yang normal dan aman bagi sebagian besar orang.

Apakah Masturbasi Memiliki Risiko?

Dibandingkan hubungan seksual, masturbasi memiliki risiko yang relatif rendah karena tidak menyebabkan kehamilan dan tidak menularkan infeksi menular seksual.

Meski begitu, masturbasi yang dilakukan secara berlebihan atau dengan cara yang tidak aman tetap dapat menimbulkan masalah, seperti:

  • Iritasi pada kulit penis.
  • Luka akibat gesekan berlebihan.
  • Nyeri pada area genital.
  • Cedera penis dalam kasus yang sangat jarang.

Karena itu, penting untuk melakukannya secara wajar dan tidak sampai mengganggu aktivitas sehari-hari.

Tidak Ada Batas "Normal" untuk Frekuensi Masturbasi

Banyak pria bertanya-tanya berapa kali masturbasi yang dianggap normal dalam sehari atau seminggu. Faktanya, tidak ada angka baku yang berlaku untuk semua orang.

Yang menjadi perhatian bukanlah frekuensinya, melainkan dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari. Jika masturbasi tidak mengganggu pekerjaan, hubungan sosial, maupun hubungan dengan pasangan, maka umumnya tidak menjadi masalah.

Sebaliknya, jika aktivitas tersebut mulai menyebabkan kecanduan, mengganggu rutinitas, atau menimbulkan masalah dalam hubungan, konsultasi dengan tenaga profesional dapat menjadi pilihan.

Benarkah Masturbasi Menandakan Hubungan Bermasalah?

Masih banyak orang yang menganggap masturbasi sebagai tanda ketidakpuasan terhadap pasangan. Padahal, anggapan tersebut tidak selalu benar.

Banyak pria tetap melakukan masturbasi meski sedang menjalani hubungan yang sehat dan harmonis. Aktivitas ini sering kali dilakukan sebagai bentuk relaksasi, pelepas stres, atau bagian dari eksplorasi seksual pribadi.

Karena itu, masturbasi tidak otomatis mencerminkan adanya masalah dalam hubungan dengan pasangan.

Berapa Lama Tubuh Memproduksi Sperma Baru?

Tubuh pria sebenarnya memproduksi sperma setiap hari. Namun, proses lengkap pembentukan dan pematangan sperma atau spermatogenesis membutuhkan waktu sekitar 64 hari.

Selama proses tersebut, testis menghasilkan jutaan sperma baru setiap harinya. Sperma yang telah matang kemudian disimpan di epididimis sebelum dikeluarkan saat ejakulasi.

Karena produksi sperma berlangsung terus-menerus, tubuh akan terus mengganti sperma yang telah dikeluarkan. Itulah sebabnya masturbasi tidak membuat persediaan sperma habis atau menyebabkan kemandulan.
 

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement