JAKARTA - Virus Nipah yang mematikan mulai merebak. Virus Nipah ini merebak di India dan Thailand mulai mewaspadainya. Lalu apa sebenarnya Virus Nipah ini?
Virus Nipah adalah penyakit zoonotik yang dapat menular dari hewan ke manusia, dengan kelelawar buah (fruit bats) sebagai salah satu reservoir alami virus ini.
Penularan juga dapat terjadi melalui kontak dengan hewan yang terinfeksi atau melalui makanan yang terkontaminasi.
Virus Nipah dapat menular dari hewan ke manusia, terutama melalui babi dan kelelawar buah. Penularan antarmanusia juga dapat terjadi, termasuk melalui konsumsi makanan yang terkontaminasi.
Infeksi Nipah pada manusia dapat menyebabkan gejala serius seperti demam tinggi, ensefalitis (radang otak), serta gangguan pernapasan.
Karena tingkat kematian akibat infeksi Nipah diperkirakan sangat tinggi dan belum tersedia vaksin atau pengobatan khusus, langkah pencegahan menjadi salah satu strategi utama yang dilakukan oleh negara-negara di kawasan.
Berikut alur penularan dan gejala yang perlu diketahui, seperti dikutip laman Kemenkes, Kamis (29/1/2026).
Alur
1. Manusia mengonsumsi buah yang terkontaminasi virus Nipah
2. Virus berpindah ke hewan melalui konsumsi buah
3. Kontak dengan hewan terinfeksi: urin, air liur, darah, sekresi, dan konsumsi daging hewan terinfeksi
4. Kontak dengan cairan kasus terinfeksi
5. Menular ke babi lainnya
Gejala
1. Demam
2. Sakit tenggorokan
3. Hilang sadar
4. Sakit kepala
5. Nyeri otot
6. Muntah
Sebelumnya India BBC merilis Otoritas kesehatan India mengonfirmasi dua kasus virus Nipah sejak Desember lalu. Kementerian Kesehatan India menyatakan sekitar 196 orang yang melakukan kontak erat dengan pasien telah dilacak dan menjalani tes, dengan hasil negatif.
Virus ini dikenal memiliki tingkat kematian yang tinggi, berkisar antara 40 hingga 75 persen. Hingga saat ini, belum tersedia vaksin maupun obat khusus untuk mengobati infeksi virus Nipah.
Masa inkubasi virus Nipah berkisar antara empat hingga 14 hari.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memasukkan virus Nipah ke dalam daftar sepuluh penyakit prioritas global, bersama dengan Covid-19 dan Zika, karena potensi wabah dan dampaknya yang serius terhadap kesehatan masyarakat.
(Rani Hardjanti)