Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lucky Widja Meninggal Dunia, Mengenal TB Ginjal Penyakit yang Diderita Vokalis Element 

Mei Sada Sirait , Jurnalis-Senin, 26 Januari 2026 |09:08 WIB
Lucky Widja Meninggal Dunia, Mengenal TB Ginjal Penyakit yang Diderita Vokalis Element 
Lucky Widja Meninggal, Mengenal TB Ginjal Penyakit yang Diderita Vokalis Element. (Foto: IG Lucky Element)
A
A
A

JAKARTA - Industri musik Tanah Air berduka setelah Lucky Widja, vokalis band Element meninggal dunia pada Minggu (25/1/2026) di usia 49 tahun. Diketahui Lucky meninggal dunia setelah lama berjuang melawan tuberkulosis ginjal (TB ginjal). 

Rekan satu band Lucky menyampaikan bahwa ia telah berjuang menghadapi kondisi kesehatannya sejak beberapa tahun terakhir. Termasuk menjalani perawatan yang berat, sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir.Lucky Widja Meninggal, Mengenal TB Ginjal Penyakit yang Diderita Vokalis Element

(Lucky Widja, vokalis band Element. Dok : Lucky Widja)

Dikutip healthline, Senin (26/1/2026), Kidney tuberculosis atau tuberkulosis ginjal adalah bentuk tuberkulosis yang menyerang ginjal. Penyakit ini termasuk dalam kategori extrapulmonary tuberculosis yang juga bisa mempengaruhi sistem saluran kemih. 

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, bakteri yang sama dengan penyebab tuberkulosis paru. Bakteri ini bisa menyebar ketika infeksi TB menyebar melalui aliran darah ke ginjal. 

 

Gejala TB ginjal biasanya tidak sama dengan tuberkulosis paru dan bisa cenderung mirip dengan infeksi saluran kemih biasa. Misalnya rasa nyeri saat buang air kecil, sering ingin buang air kecil, atau darah dalam urin. 

Karena gejalanya mirip infeksi lain atau biasanya ringan, maka sering terjadi diagnosis terlambat. Padahal jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat, infeksi bisa berkembang lebih parah sehingga mengganggu fungsi ginjal dan menyebabkan gagal ginjal. 

5 Makanan yang Baik untuk Kesehatan Ginjal

Pengobatan TB ginjal biasanya menggunakan kombinasi antibiotik yang sama dengan pengobatan TB paru. Namun, jika diagnosis terlambat atau kondisi pasien sudah terlalu lemah, infeksi dapat menyebabkan kerusakan struktural ginjal yang serius. 

Bahkan kondisi ini memerlukan perawatan lanjutan seperti dialisis (cuci darah) atau prosedur medis lain untuk menjaga fungsi tubuh.  
 

(Rani Hardjanti)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement