Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Belajar dari Nikita Mirzani dan Lolly, Psikolog Ungkap Kiat Hindari Konflik Orang Tua dan Anak

Martin Bagya Kertiyasa , Jurnalis-Sabtu, 21 September 2024 |11:30 WIB
Belajar dari Nikita Mirzani dan Lolly, Psikolog Ungkap Kiat Hindari Konflik Orang Tua dan Anak
Hubungan Orang Tua dan Anak. (Foto: Freepik)
A
A
A

PERSETERUAN Nikita Mirzani dan Lolly memang menjadi salah satu pembicaraan hangat belakangan ini. Lolly, anak dari Nikita Mirzani, harus dijemput paksa lantaran diisukan mengugurkan kandungannya.

Psikolog Endang Retno Wardhani, MBA., PhD., CHt. dari Asosiasi Profesi Produktivitas Indonesia (APPRODI) memberikan sejumlah kiat ketika orang tua dan anak mengalami konflik atau masalah, mulai dari saling memahami lewat komunikasi hingga saling memaafkan.

"Perbedaan cara pandang adalah hal yang dapat terjadi, antara orang tua dengan anak, kakak dengan adik dan anggota keluarga lainnya," kata Endang Retno atau biasa disapa Dhani seperti dilansir dari Antara.

Psikolog lulusan Universitas Padjadjaran ini mengatakan, perbedaan pendapat dapat menimbulkan konflik yang jika tidak diselesaikan dengan baik akan berkepanjangan. Oleh karena itu, ketika Anda berada dalam situasi emosional, ada baiknya untuk beristirahat sejenak dan sepakat bersama untuk membicarakan masalah tersebut dengan tenang di lain waktu.

“Komunikasi yang terbuka bisa dimulai dari anak atau orang tua, dan harus terbuka bersama-sama untuk mencari solusi,” kata Dhani.

“(Orang tua dan anak) bisa menyelesaikannya dengan melihat akar masalahnya, melihat kemungkinan-kemungkinan masalahnya dan kebaikan yang bisa didapat dari situasi tersebut,” lanjutnya.

Lebih lanjut Dhani mengatakan, perbedaan pendapat bisa terjadi jika orang tua mau terbuka dan menjadi contoh yang baik bagi anaknya.

Menurutnya pendapat orang tua tidak selalu benar, sehingga sebaiknya anak mengkomunikasikan pendapatnya dengan baik agar orang tua mengerti apa yang diinginkannya. “(Orang tua dan anak hendaknya) mau saling memaafkan,” ujarnya.

 

Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan orang tua dan anak dalam menghadapi permasalahan dengan komunikasi yang baik. Pertama, jika ada masalah, ajaklah anak duduk bersama lalu tanyakan apa yang terjadi.

Jadi, berikan kesempatan pada anak untuk menjelaskan pandangan dan pengalamannya. Ajaklah mereka untuk melihat masalahnya lebih kurang.

Kemudian ajak mereka untuk memikirkan berbagai sudut pandang masalah sesuai pemahaman mereka. Setelah itu, diskusikan konsekuensi dari apa yang ingin Anda lakukan terhadap masalah tersebut.

“Terakhir mengajak anak untuk menyetujui apa yang dapat diterima olehnya, dan pemahaman ini dapat membantu mereka memahami alasan perbedaan yang ada (dengan orang tuanya),” tutupnya.

(Martin Bagya Kertiyasa)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement