POPULASI muslim di Filipina hanya sekira 10 persen dari total 110 juta manusia yang tinggal di negara mereka. Meski jumlahnya masuk kategori sedikit, para pelaku usaha di bidang hospitality menyediakan servis bagi para umat muslim yang sedang atau tinggal di Filipina.
Kegiatan servis di atas diberi nama Muslim Friendly Hospitality. Muslim Friendly Hospitality adalah fasilitas yang disediakan industri hotel atau pariwisata untuk memenuhi kebutuhan wisawatan muslim, seperti makanan halal, fasilitas ibadah (masjid atau musala) hingga kamar ramah muslim yang terdapat Alquran, sajadah, penunjuk arah kiblat dan pengingat waktu salat.
Group General Manager Megaworld Hotel & Resorts (MHR), Arturo Boncato Jr, mengaku hotel yang dipimpinnya mulai membangun Muslim Friendly Hospitality. Ia memulainya di salah satu hotel yang berada di Kota Boracay, Filipina (Hotel Savoy).
Hotel Savoy mendapatkan sertifikasi halal untuk dapur mereka. Jadi, bagi umat muslim yang mengunjungi hotel ini tak perlu khawatir akan status makanannya apakah halal atau haram.
Arturo Boncato Jr (Foto: Ramdani Bur/Okezone)
“Hotel Savoy di Boracay sudah mendapatkan sertifikasi halal untuk dapur mereka. Jadi, bagi siapa saja yang ingin menggelar acara di tempat kami dan memerlukan makanan halal, kami dapat menyediakannya,” kata Arturo Boncato Jr kepada Okezone dan satu media lain dari Indonesia, di sela-sela acara MHR Culinary Conference 2024 di Hotel Richmonde di Kota Iloilo, Filipina, Kamis 5 September 2024.
Lantas, kenapa MHR bertekad membangun Muslim Friendly Hospitality meski mayoritas masyarakat Filipina bukan beragama Islam? Perluasan pasar menjadi salah satu alasan kuatnya.
Filipina saat ini berada tak jauh dari negara-negara yang mayoritas masyarakatnya beragama Islam, yakni Indonesia, Malaysia dan Filipina. Bahkan Indonesia tercatat sebagai negara dengan populasi islam terbesar di dunia.
“Kami berdekatan dengan Indonesia yang merupakan negara muslim terbesar di dunia. Kami juga sangat dekat dengan Malaysia, Brunei dan Singapura, namun kami tidak mempunyai kekuatan untuk menarik wisatawan datang ke Filipina. Di saat bersamaan, ada banyak wisatawan ke Malaysia, Brunei, Singapura, atau bahkan Thailand karena mereka sangat kuat dalam mempromosikan pariwisata halal,” lanjut Arturo Boncato Jr.
General Manager di masing-masing property milik MHR sudah menandatangani memorandum dengan Departemen Pariwisata di Filipina. Departemen Pariwisata sendiri memiliki standard yang dapat diterapkan terkait Muslim Friendly Hospitality.
“Pemerintah memberi standard, setidaknya 5% ruangan harus ramah bagi umat muslim. Kami pun menyediakan ruangan di bagian depan bagi umat muslim untuk menjalankan ibadah,” kata pria yang dikenal ramah ini.
Okezone yang hadir ke acara ini sebagai undangan dari Archipelago Hotels juga menanyakan, komitmen MHR untuk konsisten menggalakkan Muslim Friendly Hospitality di semua properti milik mereka. Mereka paham butuh waktu untuk mengikuti pariwisata halal yang sudah dijalankan di beberapa negara Asia Tenggara seperti Thailand, namun mereka akan terus memberikan yang terbaik.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.