APA itu Heat stroke, yang bikin hakim garis di Copa America 2024 pingsan mengundang tanda tanya besar para netizen. Belum lama ini, seorang Hakim Garis tiba-tiba terjatuh di pinggiran lapangan saat permainan sedang berlangsung. Hal ini memicu respon cepat dari tim medis yang hadir.
Kejadian ini menimbulkan dugaan kuat bahwa hakim garis mengalami heat stroke. Insiden ini tidak hanya mengejutkan para pemain dan penonton, tetapi juga menyoroti betapa berbahayanya kondisi ini jika tidak ditangani dengan segera dan tepat.
Lalu, apa itu heat stroke, yang bikin hakim garis di copa America 2024 pingsan?
Melansir dari berbagai sumber pada Rabu (26/6/2024), Heat stroke disebut juga sunstroke yang merupakan bentuk hipertermia atau penyakit yang berhubungan dengan panas yang paling parah. Kondisi medis ini dapat terjadi ketika tubuh seseorang mengalami kepanasan.
Hal ini biasanya diakibatkan oleh paparan atau aktivitas fisik dalam suhu tinggi dengan waktu yang lama. Suhu tubuh seseorang yang mengalami heat stroke akan meningkat secara drastis hingga mencapai 40 derajat Celsius atau bahkan lebih. Heat Stroke dapat membunuh atau menyebabkan kerusakan pada otak dan organ dalam lainnya.

Beberapa orang yang terkena kondisi ini akan mengalami kerusakan organ permanen atau disfungsi neurologis. Gejala umum lainnya termasuk mual, kejang, kebingungan, disorientasi, dan terkadang kehilangan kesadaran atau koma. Siapa pun bisa terkena heat stroke, namun bayi dan orang lanjut usia memiliki risiko yang sangat tinggi.
Terlebih lagi, pada orang yang mengalami heat stroke saat tidak beraktivitas memiliki risiko kematian antara 10 hingga 65 persen. Prospeknya, lebih baik bagi mereka yang terkena heat stroke saat beraktivitas, dengan tingkat kematian hanya sekitar tiga hingga lima persen.
Kondisi ini dapat terjadi ketika tubuh tidak mampu mendinginkan dirinya sendiri. Oleh karena itu, heat stroke sangat memerlukan perawatan medis segera. Namun, ada beberapa langkah pertolongan pertama yang dapat dilakukan untuk membantu seseorang yang terkena kondisi ini.
Langkah pertama adalah memindahkan mereka ke tempat yang sejuk, kemudian menerapkan kompres es pada leher, selangkangan, dan ketiak untuk membantu menurunkan suhu tubuh mereka. Langkah-langkah ini dapat memberikan bantuan sementara hingga bantuan medis datang.
Selama pemulihan setelah terkena heat stroke, seseorang mungkin akan mengalami perubahan suhu tubuh selama beberapa pekan. Mereka akan lebih sensitif terhadap suhu tinggi selama seminggu berikutnya. Jadi, sebaiknya hindari aktivitas fisik dan cuaca panas hingga dokter memberi tahu bahwa sudah diperbolehkan untuk melanjutkan aktivitas normal.
Selain itu, mereka yang telah pulih juga memerlukan tes berkala untuk memantau fungsi ginjal dan hatinya. Perlu di ingat, orang yang pernah mengalami kondisi ini sekali, kemungkinan besar akan terkena penyakit ini lagi.
Kejadian pingsannya hakim garis di Copa America 2024 akibat heat stroke mengingatkan kita akan pentingnya menjaga tubuh tetap sejuk dan terhidrasi, terutama saat beraktivitas di lingkungan panas. Demikianlah ulasan mengenai apa itu heat stroke, yang bikin hakim garis di copa America 2024 pingsan.
(Leonardus Selwyn)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.