WARNA urine yang gelap selama ini kerap dikaitkan dengan gejala penyakit batu ginjal. Banyak awam yang langsung berspekulasi, apabila warna urine menjadi lebih pekat dan gelap menandakan orang tersebut terkena penyakit batu ginjal. Lantas, bagaimana kata dokter?
Spesialis Urologi Siloam ASRI Prof Dr. dr. Nur Rasyid, SpU-K mengatakan perubahan dan kepekatan warna urine sendiri secara medis bisa disebabkan banyak hal. Menurutnya, warna urine yang pekat memang bisa menjadi pertanda batu ginjal, tapi bisa juga tidak berpengaruh apa-apa alias organ ginjal orang tersebut baik-baik saja.
“Apakah warna urine meningkatkan risiko batu ginjal? Bisa iya bisa tidak,” kata dr Nur Rasyid yang ditemui dalam gelaran Media Briefing bersama Siloam Hospitals, di Jakarta Pusat, baru-baru ini.
BACA JUGA:
Dijelaskan dr Nur Rasyid, perubahan warna urine bisa saja disebabkan oleh makanan yang dikonsumsi orang tersebut. Mengingat beberapa jenis makanan bisa berpengaruh pada warna urine yang dihasilkan.
BACA JUGA:
“Jadi kalau karena zat pewarna yang kita makan, tetapi minumnya cukup ya enggak (berisiko),” tambahnya.
Kepekatan warna urine juga bisa disebabkan orang tersebut kurang mengonsumsi air mineral yang cukup. Sehingga, tidak banyak cairan yang dikeluarkan lewat urine dan inilah yang menyebabkan warnanya menjadi pekat.
Ia kemudian memberikan contoh sederhana, apabila seseorang memakan buah naga merah atau vitamin C, maka warna urine bisa menjadi lebih pekat. Oleh sebab itu, dibutuhkan konsumsi air mineral yang cukup sesuai dengan aktivitas yang dilakukan.
“Contohnya kamu makan buah naga merah, kamu makan, langsung urinenya merah. Tapi kalau minumnya cukup ya enggak masalah. Demikian vitamin C warnanya kuning, itu (urine) jadi warna kuning, asal minumnya cukup ya enggak masalah,” jelas dr. Rasyid lagi.
Dalam salah satu usaha terbaik mencegah terjadinya penyakit batu ginjal, dr Nur Rasyid menjelaskan seseorang harus mengonsumsi minimal 2,5 liter air mineral dalam satu hari. Tapi dengan catatan, untuk orang yang berolahraga harus mengonsumsi lebih banyak karena cairan juga keluar melalui keringat.
“Jadi warna urine itu bisa meningkatkan risiko batu ginjal kalau warna urine berubah karena kita kurang minum. Tapi kalau karena kita makan atau minum sesuatu yang menyebabkan perubahan warna urine tidak,” pungkasnya.
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.