Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Apa Iya Ulekan Batu Bisa Sebabkan Batu Ginjal? Simak Faktanya

Muhamad Fadli Ramadan , Jurnalis-Rabu, 05 Juni 2024 |18:10 WIB
Apa Iya Ulekan Batu Bisa Sebabkan Batu Ginjal? Simak Faktanya
Ulekan Batu. (Foto: Lazada)
A
A
A

VIRAL di media sosial sebuah video yang mengatakan bahwa serpihan dari ulekan batu menjadi pemicu batu ginjal. Tapi, dokter spesialis urologi membantah hal tersebut dan penjelasan tersebut tidak tepat.

Spesialis urologi dari Siloam Hospital ASRI Prof Dr. dr. Nur Rasyid, SpU mengatakan bahwa pasir atau serpihan batu yang masuk ke dalam tubuh tidak akan menggumpal di ginjal. Sehingga, menggunakan ulekan batu masih aman dan serpihannya tidak akan menjadi pemicu gagal ginjal.

"Salah kaprah itu. Misalnya ayam kan juga memakan batu-batu kecil, itu gunanya untuk membantu penyerapan makanan. Karena yang diserap tubuh itu hanya zat-zat biologis," kata Dr Nur dalam Media Briefing, di Jakarta Pusat.

Dr Nur menjelaskan pemicu terbentuknya batu ginjal yang paling umum adalah kurangnya asupan air putih. Selain itu, masalah metabolisme pada seseorang juga bisa menjadi penyebab batu ginjal.

Hal ini akan membuat air seni menjadi lebih keruh, yang menjadi pertanda awal batu ginjal terbentuk. Lebih lanjut, Dr Nur mengatakan batu ginjal yang sudah mulai terbentuk akan menyebabkan rasa sakit luar biasa apabila berpindah masuk ke saluran ureter.

Apabila terjadi bisa menyebabkan batu ginjal tersangkut di saluran ureter, hal tersebut dapat menghambat aliran urine, yang menyebabkan ginjal membengkak dan ureter menjadi kejang. Gejala yang muncul salah satunya nyeri yang menjalar ke bagian perut bawah dan selangkangan.

"Batu ginjal yang jatuh itulah yang membuat pasien akan datang ke IGD karena rasa sakit yang luar biasa. Terbentuknya batu terjadi kepekatan urine di ginjal yang terjadi ketika kurang minum," ungkap Dr Nur.

Saat ini, Siloam Hospital ASRI memiliki metode baru dalam mengatasi batu ginjal. Mereka menggunakan alat Retrograde Intrarenal Surgery (RIRS). Alat tersebut dimasukkan melalui saluran pencernaan, sehingga tidak membutuhkan operasi dan pasien bisa lebih cepat pulih dibandingkan metode terdahulu.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement