PENCABUTAN gigi sering dianggap sebagai prosedur rutin dalam dunia kedokteran gigi. Namun terkadang dapat menyebabkan konsekuensi yang fatal, seperti yang terjadi pada Wang, seorang pria Tiongkok berusia 23 tahun. Baru-baru ini pemuda tersebut kehilangan nyawanya akibat pencabutann gigi ganda yang menyebabkan pendarahan intrakranial.
Pada dasarnya, prosedur pencabutan gigi adalah langkah medis yang umum dilakukan untuk mengatasi masalah gigi yang parah. Namun, kasus Wang menyoroti fakta bahwa tindakan yang dianggap rutin dan sederhana sekalipun tidak selalu bebas dari risiko.
Melansir dari odditycentral pada Senin (29/4/2024), Wang berasal dari Provinsi Hunan di Tiongkok daratan. Dia mengalami kejadian tragis setelah pergi ke Rumah Sakit Rakyat Kuiyong di Shenzhen untuk mengobati sakit giginya. Setelah giginya diperiksa, dokter gigi di sana memutuskan bahwa dia perlu mencabut dua giginya, dan Wang menyetujuinya.
Setelah prosedur tersebut, Wang diminta untuk melakukan rotgen gigi. Namun, saat pemuda tersebut bangkit dari kursi, tiba-tiba dia kehilangan kesadaran dan jatuh ke tanah. Selanjutnya, Wang dipindahkan ke rumah sakit untuk perawatan darurat dan dokter di sana menemukan bahwa dia menderita pendarahan intrakranial setelah pencabutan gigi ganda tersebut.

Wang kemudian menjalani kraniotomi darurat, namun dia tetap berada dalam kondisi koma setelah prosedur rumit tersebut. Akhirnya pemuda tersebut meninggal setelah 14 hari kemudian karena kegagalan banyak organ.
Selanjutnya, kasus pemuda tersebut saat ini menjadi subjek perselisihan hukum antara keluarganya dengan rumah sakit Shanzen. Keluarganya menuduh staf melakukan kelalaian medis yang pada akhirnya menyebabkan kematian Wang. Selain itu, keluarga Wang juga telah meminta kompensasi sebesar 1,8 juta yuan atau sekitar Rp4 miliar.
Namun, pihak rumah sakit mengklaim bahwa dokter gigi yang menangani Wang tidak melanggar protokol dan peraturan pengobatan, serta menolak membayar sejumlah uang yang diminta keluarga. Rumah sakit hanya bersedia membayar sebagian kecil dari jumlah yang diminta yaitu sebesar 600.000 yuan atau sekitar lebih dari Rp1 miliar.
Selanjutnya, jenazah pria berusia 23 tahun itu disimpan di rumah duka selama lima bulan terakhir karena keluarga khawatir barang bukti akan musnah jika pihak rumah sakit yang mengkremasi Wang. Saat ini, investigasi medis atas kematian Wang sedang dilakukan oleh komite khusus para ahli.
(Leonardus Selwyn)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.