Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lasmi Bersyukur Ada KUR BRI yang Bantu Usaha Jamu Gendongnya Naik Kelas

Kemas Irawan Nurrachman , Jurnalis-Kamis, 28 Maret 2024 |17:42 WIB
Lasmi Bersyukur Ada KUR BRI yang Bantu Usaha Jamu Gendongnya Naik Kelas
Lasmi Bersyukur Ada KUR yang Bantu Usaha Jamu Gendongnya Naik Kelas, (Foto: Kemas Irawan/okezone)
A
A
A

PENJUAL Jamu Gedong Lasmi mengaku bersyukur telah mendapatkan bantuan dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Rakyat Indonesia. Dengan pinjaman tersebut, wanita yang berprofesi sebagai penjual jamu gedong sejak berusia 16 tahun itu mampu mengembangkan bisnisnya.

Meski demikian, Lasmi mengatakan awalnya ia tidak berani untuk meminjam uang di bank. Namun dengan kemampuan dan tekad yang kuat untuk menjadi maju, wanita kelahiran 1970 itu memutuskan untuk mengambil pinjaman KUR BRI.

"Awalnya mau pinjam di BRI takut, namun karena ingin maju dan mengikuti sejumlah pelatihan, saya pun meminjam Rp50 juta. Setelah ada KUR, saya memiliki kesempatan meminjam hingga Rp150 juta. Sampai saat ini, saya dipercaya boleh meminjam KUR BRI hingga Rp200 juta," kata Lasmi saat ditemui Okezone.

Lasmi Bersyukur Ada KUR yang Bantu Usaha Jamu Gendongnya Naik Kelas 

Dari pinjaman tersebut, lanjut Lasmi, dirinya menggunakannya sebagai modal mengembangkan usaha. Baik itu sebagai dana talangan, maupun dana operasional.

"Namun saya biasanya memiliki cadangan uang yang bisa digunakan sewaktu-waktu, jadi bisa dibilang saya pinjam KUR BRI itu aman karena ada dana simpanan," tuturnya.

Kerja keras Lasmi membuahkan hasil, jamu gedong yang dibuatnya dipercaya sejumlah instasi untuk diberikan kepada karyawannya. Tidak hanya setahun, kerjasama tersebut ada yang sudah mencapai delapan tahun.

"Alhamdulillah mas, ada instansi pemerintah yang bekerjasama dengan kita selama delapan tahun. Jadi semua karyawan ibaratnya harus minum jamu dahulu sebelum beraktivitas," kata Lasmi dengan sumringah.

Bahkan ada sejumlah puskesmas bekerjasama dengan Lasmi untuk pembukaan sebuah stan. Nantinya stan tersebut berisi jualan jamu yang Lasmi produksi dan mampu dijangkau pembeli.

"Dahulu saya hanya mampu memproduksi 10 liter saja, kemudian bertahap sampai 200 liter per hari. Dan setelah mendapat bantuan mesin, kami bisa memproduksi botal hinggal 5.000 liter. Jika dirasa orderan lebih dari itu, saya berikan kepada paguyuban jamu yang saya kelola," tuturnya.

Dalam beberapa kesempatan, Direktur Bisnis Mikro BRI Supari menjelaskan, pada 2024 Bank BRI mendapat alokasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp165 triliun. Dana tersebut optimis tersalurkan semua sebelum masa tahun 2024.

Supari pun mempaparkan strategi bisnisnya. Salah satunya dengan percepatan graduasi atau upaya menaikkelaskan nasabah existing dan perluasan jangkauan penerimaan nasabah baru.

(Kemas Irawan Nurrachman)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement